Pada tulisan terdahulu kita telah membahas Berdamai dengan Masa lalu 1, sekarang akan kami berikan terapi untuk mengatasinya .
Cobalah cara sederhana berikut ini untuk mendapatkan kebahagiaan baru dalam hidup kita saat mengalami peristiwa yang membuat kita merasa tidak berdaya, sedih dan tertekan :
- Latihlah untuk rileks
Tarik nafas pelan-pelan, tahan 2 detik dalam paru-paru lalu hembuskan melalui mulut. Ulangi beberapa kali sampai Anda merasa tenang dan nyaman.10 kali tarikan-hembusan. Latihan Pernafasan ini biasanya dapat pula diikuti dengan gerakan tubuh seperti : kedua lengan lurus kedepan kemudian diputar-putar dari depan ke samping badan.
- Bayangkan
Setelah Anda dapat melakukan pernafasan rileks ini, perlahan-perlahan dan sedikit demi sedikit bayangkan kembali peristiwa di masa lalu yang sampai saat ini masih Anda rasa begitu menyakitkan.Mulailah dari peristiwa yang kadar menyakitkannya paling ringan. Demikian terus selanjutnya sampai yang terakhir peristiwa yang paling menyakitkan.
- Sadari reaksi yang muncul dari tubuh Anda.
Biasanya reaksi tubuh yang kita rasakan saat mengingat peristiwa yang tidak menyenangkan dan menekan di masa lalu antara lain : jantung berdebar-debar, berkeringat dingin, pusing, sakit perut, nafas memburu, dan mual. - Praktekkan !
Ketika Anda merasakan ada reaksi tubuh yang muncul segera lakukan gerakan “menarik nafas dan hembuskan” seperti yang telah dipelajari tadi. Bila Anda melakukan gerakannya secara benar, Anda akan mendapatkan perasaan tenang, nyaman dan perasaan dapat mengendalikan diri.
Temukan Kebenaran
- Setelah dapat menguasai reaksi tubuh yang muncul jika perasaan tidak menyenangkan yang berasal dari ingatan akan peristiwa di masa lalu, mulailah menemukan kebenarannya.
- Tuliskan apa saja yang anda pikirkan ketika mengingat peristiwa menyakitkan atau memalukan ataupun peristiwa apa saja yang membuat Anda merasa tidak nyaman.
Sebagai contoh, Sinta merasakan tertekan luar biasa setelah mengetahui suaminya menikah lagi secara siri dengan wanita lain, maka yang ia tuliskan mengenai pikirannya ketika mengingat peristiwa itu antara lain : aku tidak berharga lagi di mata suamiku, aku sudah tidak cantik lagi, akulah penyebab kenapa suamiku menikah lagi karena selama ini kurang memperhatikan kebutuhan seksualnya…dan sebagainya
Pikiran semacam ini bisa jadi benar namun tidak menutup kemungkinan ini hanyalah pikiran yang terlalu berlebihan tanpa didasarkan pada kenyataan. Hal ini dikarenakan terkadang kita memang menutup mata terhadap kenyataan, lalu membuat kesimpulan untuk memuaskan perasaan sendiri, misalnya merasa puas dengan menyalahkan diri sendiri atau merasa memang kitalah yang harus dianggap salah dalam hal ini.
Jika pikiran seperti ini yang muncul, maka cara menguraikannya adalah : Sinta harus melihat secara obyektif apakah dia memang sudah tidak cantik lagi? kemudian apakah dia yang bersalah dalam pengambilan keputusan suaminya untuk menikah lagi? Tentu tidak seratus persen benar.
Mungkin benar bahwa suami Sinta tidak tertarik lagi padanya, tapi kenapa suaminya menikah lagi penyebabnya ada bermacam-macam, misalnya ketertarikan yang kuat kepada wanita lain karena dianggap memiliki ‘sesuatu’ yang berbeda dengan yang dimiliki istrinya sehingga pilihan menikah lagi adalah usaha untuk ‘mengoleksi kebaikan sifat wanita’.
Atau pilihan menikah lagi adalah sebagai bentuk ketertarikan suami Sinta untuk mengikuti trendsetter pernikahan saat ini yaitu poligami. Nah, dengan berusaha berpikir dari sudut pandang lain maka Sinta dapat mengubah pandangannya yang negatif terhadap diri sendiri namun dapat melihat bahwa apa yang ada secara lebih obyektif alias sesuai kenyataan.
Dengan menguraikan masalah seperti pengalaman Sinta tadi Anda pun dapat menguraikan sendiri masalah Anda, tanpa harus mengorbankan diri sendiri dalam perasaan yang tidak nyaman.
Bertahan terus menerus dalam perasaan yang tidak nyaman membutuhkan energi yang luar biasa besar, hal ini akan menguras sumber energi Anda dan berpotensi untuk menimbulkan gangguan fisik seperti penyakit maag, migrain, asma, dan resiko terhadap stress dan depresi ataupun gangguan psikis lainnya.
Nah, apabila gangguan yang ditimbulkan oleh tekanan permasalahan itu sudah dirasa berat dan menghambat Anda dalam merawat diri sendiri (malas mandi, tak ada selera makan, sulit tidur, atau tidak dapat berkonsentrasi) dan menghambat Anda dalam berinteraksi dengan orang lain.
Maka segera hubungi Psikolog terdekat untuk mendapatkan bantuan. Mereka akan sangat terbuka dan respek pada permasalahan Anda. Jangan tunggu sampai Anda benar-benar merasa sangat depresi.