<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Semua Tentang Wanita, Anak dan Keluarga</title>
	<atom:link href="http://www.sahabatwanita.com/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.sahabatwanita.com</link>
	<description>Membahas Psikologi dan Kesehatan Anak dan Wanita</description>
	<lastBuildDate>Sun, 05 Sep 2010 01:55:18 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.0</generator>
		<item>
		<title>Stres Karena Putus Cinta Dari Pacar</title>
		<link>http://www.sahabatwanita.com/stres-karena-putus-cinta-dengan-pacar</link>
		<comments>http://www.sahabatwanita.com/stres-karena-putus-cinta-dengan-pacar#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 31 Aug 2010 14:28:46 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tanya Jawab]]></category>
		<category><![CDATA[mantan pacar]]></category>
		<category><![CDATA[putus cinta]]></category>
		<category><![CDATA[putus pacaran]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.sahabatwanita.com/?p=501</guid>
		<description><![CDATA[Saya seorang pelajar yg sudah 12 hari putus dg pacar,12 bulan kami berpacaran,saat ni perasaan  saya bercampur aduk antara sedih,kecewa,benci,kehilangan dia,dan terluka menjadi satu.saya binggung harus bagaimana saya malah mengalami insomia setiap saya mengingat mantan saya atau sekedar mengingat kejadian &#8230; <a href="http://www.sahabatwanita.com/stres-karena-putus-cinta-dengan-pacar">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://www.sahabatwanita.com/wp-content/uploads/2010/08/putus-cinta.gif"><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-502" title="putus cinta" src="http://www.sahabatwanita.com/wp-content/uploads/2010/08/putus-cinta-150x150.gif" alt="" width="150" height="150" /></a>Saya seorang pelajar yg sudah 12 hari putus dg pacar,12 bulan kami berpacaran,saat ni perasaan  saya bercampur aduk antara sedih,kecewa,benci,kehilangan dia,dan terluka menjadi satu.saya binggung harus bagaimana saya malah mengalami insomia setiap saya mengingat mantan saya atau sekedar mengingat kejadian keributann antara saya dengan dia..</p>
<p>Saya kerap marasa takut bila teringat itu semua,hati menjadi tak karuan &#8230;saya mohon beri saya solusi karena saya ingin sekali terlepas dari semua ini saya sangat merasa tersiksa saya ingin melanjutkan hidup saya&#8230;saya mohon saran dan masukan apa yg harus saya lakukan? terimakasih&#8230;<span id="more-501"></span></p>
<p>Jawaban :<br />
Salam hangat,<br />
Memang betul, kehilangan sesuatu atau seseorang yang sangat berharga akan menimbulkan tekanan. Rasa sedih dan kecewa akibat kehilangan tersebut apabila tidak dapat diatasi akan menimbulkan stress. Nah, efek stress dapat berupa tidak doyan makan, sulit tidur, sering terbangun tengah malam, mudah lupa, sulit konsentrasi dan lain-lain.</p>
<p>Kami dapat membayangkan betapa tersiksanya adik atas putusnya hubungan kalian. Pada beberapa orang, menikmati rasa “sakit” hati dapat membantu memulihkan kondisi psikis, asal proses menikmati rasa sakit hati (sedih,kecewa,dll) jangan terlalu berlarut-larut. Adik bisa mencoba cara itu, bila tidak ,cobalah melakukan katalisis alias mencurahkan emosi atau perasaan dengan orang yang bisa dipercaya misalnya sahabat,ibu,kakak. Pendapat mereka dapat membantu pikiran anda tetap positif.</p>
<p>Sangat disayangkan, pada usia semuda ini anda sudah sebegitu pesimisnya menghadapi hidup pasca putus dengan pacar. Okelah, mungkin anda kehilangan seseorang yang menjaga hati anda, seseorang yang “selalu” ada untuk anda,yang selalu bisa mengerti dan membuat anda tersenyum.</p>
<p>Tetapi, anda perlu menanamkan kepercayaan pada diri sendiri bahwa anda bisa menciptakan sendiri kebahagiaan anda,meskipun tanpa pacar. Jalan hidup anda kan masih panjang (begitu kata-kata orang tua ) tapi mau tidak mau memang benar dik.walaupun tidak mudah menghadapi masa krisis perasaan ini tapi anda pasti bisa asal ada keyakinan disitu bahwa anda bisa.</p>
<p>Sebagai langkah awal, cobalah tersenyum sambil memandang cermin, lihat dan amati perubahan wajah anda dari kusut menjadi cerah. Memang pada awalnya akan sulit karena hati anda tak ingin senyum. Tapi paksalah untuk tersenyum. Lakukan saja dengan tulus. Dan rasakan efek luar biasa akan terasa.Hati anda akan berubah lebih baik. Ini adalah teknik sederhana untuk membantu mengubah suasana hati negative menjadi positif.</p>
<p>Selanjutnya anda sendiri yang harus mengobati luka hati anda, tidak ada yang bisa kecuali ANDA. Yaitu dengan cara berpikir positif dan tetap optimis menyongsong hari esok. Bila perlu datanglah ke guru BK di sekolah, kebanyakan dari mereka mempunyai ketrampilan untuk membantu siswanya mengatasi masalah pribadi, atau dapat pula menghubungi psikolog terdekat.<br />
Salam</p>
<p><em>Sumber Gambar </em>: <em>blogger-pesta.blogspot.com</em></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.sahabatwanita.com/stres-karena-putus-cinta-dengan-pacar/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Cara Menyampaikan Masalah Seksualitas Pada Remaja</title>
		<link>http://www.sahabatwanita.com/cara-menyampaikan-seksualitas-pada-remaja</link>
		<comments>http://www.sahabatwanita.com/cara-menyampaikan-seksualitas-pada-remaja#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 28 Aug 2010 22:01:41 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Psikologi Remaja]]></category>
		<category><![CDATA[kesehatan seksua]]></category>
		<category><![CDATA[masa pubertas remaja]]></category>
		<category><![CDATA[seksualitas remaja]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.sahabatwanita.com/?p=452</guid>
		<description><![CDATA[Apakah Anda memiliki anak yang masih berusia remaja atau ABG? Dan Anda sebel ataupun jengkel oleh kelakuannya yang semakin aneh dan semakin sulit Anda kenali sebagai anak anda? Salah satu ciri remaja adalah mulai tertarik dengan lawan jenis, selain itu &#8230; <a href="http://www.sahabatwanita.com/cara-menyampaikan-seksualitas-pada-remaja">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://www.sahabatwanita.com/wp-content/uploads/2010/08/seksualitas-remaja.jpg"><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-456" title="seksualitas remaja" src="http://www.sahabatwanita.com/wp-content/uploads/2010/08/seksualitas-remaja-150x150.jpg" alt="" width="150" height="150" /></a>Apakah Anda memiliki anak yang masih berusia remaja atau ABG? Dan Anda sebel ataupun jengkel oleh kelakuannya yang semakin aneh dan semakin sulit Anda kenali sebagai anak anda?</p>
<p>Salah satu ciri remaja adalah mulai tertarik dengan lawan jenis, selain itu mereka tidak mau mendengarkan orangtua tapi lebih mendengarkan kelompoknya (teman sebaya) dan mengikuti norma teman sebaya.</p>
<p>Barangkali masih lekat dalam ingatan Anda, saat Anda masih remaja. Mungkin saat itu Anda mulai naksir teman sekelas yang jago main basket di sekolah. Atau rame-rame jalan ke supermarket yang baru berdiri di kota anda. Jika melakukan trace ke masa itu mungkin Anda masih bisa cengar-cengir membayangkan  betapa culunnya cowok teman sekelas Anda “nembak” Anda, dan ternyata sekarang ia menjadi suami Anda.</p>
<p>Berdebar, berbunga-bunga&#8230;<span id="more-452"></span></p>
<p>Pernah mengalami masa remaja, dan kini menjadi orangtua dari remaja bukanlah jaminan kita menjadi bijak dalam menghadapi mereka. Banyak juga sebagian dari kita masih menggunakan gaya bahasa “orangtua” yang sangat menggurui kepada anak.</p>
<p>Kita tidak harus menjadi sok demokratis menghadapi remaja, atau sok gaul saat bicara dengan anak remaja kita, tetapi mau tidak mau memang gaya otoriter sudah tidak cocok lagi untuk menghadapi mereka.</p>
<p>Miris juga saya mendengar curhat dari kenalan-kenalan saya yang mengatakan :</p>
<ul>
<li> Anak saya dikeluarkan dari sekolah karena hamil 7 bulan</li>
<li>Keponakan saya nggak haid sudah 3 bulan,badannya gendut. Nggak ngaku kalau dia hamil. Tapi akhirnya ketahuan juga ternyata dia hamil 6 bulan</li>
<li>Aku mau nikah bulan depan, haid terakhirku 3 bulan lalu (???)</li>
</ul>
<p>Bahkan pernah ada seorang klien remaja berusia 19 tahun belum menikah tapi hamil 32 minggu menanyakan kepada saya,”boleh nggak kalau hamil melakukan hubungan seks, soalnya minggu depan pacar saya pulang dari luar kota.”. wah, wah&#8230;</p>
<p>Seksualitas di mata remaja dan mungkin di mata kita juga, sebenarnya masih dianggap sebagai hal yang tabu, porno, misterius tapi juga asyik. Keasyikan ini menjadi salah jika itu dilakukan oleh mereka yang belum menikah. Hal yang paling banyak menjadi alasan mengapa remaja melakukan hubungan intim di luar nikah adalah rasa penasaran.</p>
<p>Rasa penasaran muncul akibat remaja tidak mendapatkan informasi yang jujur tentang seksualitas. Bahkan orangtua cenderung menutup-nutupi, merahasiakan. Eh, tahu-tahu remajanya sudah “kebobolan”.</p>
<p>Rasa penasaran remaja terhadap seksualitas sebenarnya distimulasi oleh kita juga sebagai orangtua. Cobalah untuk jujur, itu fakta lho. Pernahkan Anda di kantor, ngobrol-ngobrol dengan teman lalu melontarkan guyonan cabul. Dan itu bumbu yang menyegarkan di tengah suasana kerja di kantor. Jadi gayeng , kata orang Jawa.</p>
<p>Oleh sebab itu, jika kita tidak mau anak-anak terutama remaja memilik pandangan yang keliru tentang seksualitas maka bersikaplah yang benar. Salah satunya adalah jangan menggunakan seksualitas sebagai bahan guyonan. Jika ingin membicarakan tentang seksualitas misalnya kesehatan reproduksi, ya bicarakan secara serius, dan ilmiah tentunya.</p>
<p>Mungkin kita pun bukan model (contoh) yang sempurna untuk anak-anak kita mengenai perilaku seksual masa pacaran. Alih-alih menjadi sok suci, lebih baik bicarakan secara terbuka. Bukan berarti anda harus jujur kepada anak bahwa, “ dulu mama pernah ciuman sama ayahmu waktu pacaran. Terus kebablasan melakukan hubungan intim. Tapi Cuma sekali kok, dik”</p>
<p>Jujur maksudnya adalah, bersikap terbuka. Tidak jaim. Mau membahas seksualitas asalkan dalam bahasa yang ilmiah. Tidak menjadikannya sebagai guyonan.Sebagai orangtua, kita pun jangan Jadul.</p>
<p>Bicaralah dengan bahasa remaja agar tidak ada kesenjangan tetapi jaga agar tetap bijaksana. Lebih baik lagi kalau Anda mengikuti informasi yang baru. Fenomena-fenomena masalah remaja, dll.</p>
<p>Jika anda sudah tidak ada kesenjangan dengan anak remaja Anda, jangan kaget jika ia berani bertanya yang “saru”. Jangan dimarahi, itu berarti dia sudah merasa aman dan percaya untuk terbuka pada anda.</p>
<p>Ada juga remaja yang melakukan hubungan intim karena merasa terlalu ditekan orangtua masalah pacaran. Atau tidak direstui berpacaran oleh orangtua. Bukan berarti orangtua salah karena melarang pacaran tetapi semua itu memang perlu dikomunikasikan dengan baik.</p>
<p>Kuncinya adalah menempatkan diri secara sejajar dengan remaja, supaya mereka merasa dimanusiakan tidak lagi dianggap anak kecil. Selain itu semua bekal agama adalah yang paling utama dalam membahas seksualitas.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.sahabatwanita.com/cara-menyampaikan-seksualitas-pada-remaja/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Ada Apa dengan Psikotes Saya?</title>
		<link>http://www.sahabatwanita.com/ada-apa-dengan-psikotes-saya</link>
		<comments>http://www.sahabatwanita.com/ada-apa-dengan-psikotes-saya#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 18 Aug 2010 14:45:45 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Pengembangan Diri]]></category>
		<category><![CDATA[lowongan pekerjaan]]></category>
		<category><![CDATA[psikotes]]></category>
		<category><![CDATA[rekrutmen pegawai]]></category>
		<category><![CDATA[tes wawancara kerja]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.sahabatwanita.com/?p=443</guid>
		<description><![CDATA[Mungkin Anda pernah diminta menggambar atau melengkapi gambar pada saat mengikuti psikotes dalam proses seleksi dan rekrutmen calon pegawai. Tes menggambar itu dinamakan tes Grafis. Dan Anda pasti tahu bahwa banyak informasi tentang diri anda yang dapat diungkap melalui gambar &#8230; <a href="http://www.sahabatwanita.com/ada-apa-dengan-psikotes-saya">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://www.sahabatwanita.com/wp-content/uploads/2010/08/Soal-Psikotes1.jpg"><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-470" title="Soal Psikotes" src="http://www.sahabatwanita.com/wp-content/uploads/2010/08/Soal-Psikotes1-150x150.jpg" alt="" width="150" height="150" /></a>Mungkin Anda pernah diminta menggambar atau melengkapi gambar pada saat mengikuti <em><strong>psikotes </strong></em>dalam <strong>proses seleksi</strong> dan <strong>rekrutmen calon pegawai</strong>. Tes menggambar itu dinamakan tes Grafis. Dan Anda pasti tahu bahwa banyak informasi tentang diri anda yang dapat diungkap melalui gambar tersebut. Artinya gambar itu dapat mencerminkan potensi dan pribadi anda.</p>
<p>Pernah beberapa kali dalam praktek saya menemukan beberapa orang yang datang kepada psikolog untuk “berlatih psikotest” atau “berlatih menggambar”. Mereka ingin tahu bagaimana menggambar yang benar supaya hasilnya baik.</p>
<p>Pada umumnya orang yang datang dengan maksud tersebut dilandasi alasan karena telah beberapa kali mengikuti psikotest untuk melamar pekerjaan namun tidak lolos seleksi. Karena sudah bosan mengikuti seleksi maka mereka ingin belajar psikotes supaya bisa berhasil.<span id="more-443"></span></p>
<p>Pandangan seperti ini justru keliru. Mereka menganggap psikotes seperti soal ujian yang harus dipelajari. Psikotes, terutama menggambar maupun tes kepribadian yang lain sebenarnya bertujuan mengungkap profil kepribadian anda. Perusahaan perekrut tentunya tidak ingin salah pilih orang untuk jabatan yang mereka tawarkan. Oleh karena itulah psikotes dilakukan.</p>
<p>Apabila anda mempelajari atau berlatih psikotes maka yang akan dimunculkan adalah sebuah kepribadian palsu. Jikapun akhirnya anda lolos seleksi karena menampilkan sesuatu yang bukan merupakan diri anda, maka sebenarnya ada dua pihak yang dirugikan, yaitu : Anda dan perusahaan perekrut.</p>
<p>Anda rugi karena menempati posisi atau jabatan yang sebenarnya tidak cocok dengan profil kepribadian anda maupun potensi anda. Banyak orang tersiksa di tempat kerja karena jabatan mereka ternyata tidak cocok dengan potensinya.Akhirnya mereka pun akan keluar dari tempat kerja dan menghabiskan lebih banyak waktu untuk berburu pekerjaan lagi.</p>
<p>Sedangkan perusahan perekrut dirugikan karena mendapatkan orang yang tidak tepat untuk jabatan yang mereka tawarkan, akhirnya harus mengeluarkan biaya lagi untuk melakukan rekrutmen dan seleksi apabila karyawan yang baru diperolehnya mengundurkan diri karena merasa tidak cocok dengan pekerjaan itu.</p>
<p>Strategi yang paling baik untuk menghadapi persoalan ini tidak lain adalah melakukan perbaikan dari dalam. Yang diperbaiki adalah diri kita sendiri, bukan berlatih menggambar atau psikotes.</p>
<p>Apabila diri kita dikembangkan secara optimal, maka semua itu akan secara otomatis terpancar lewat gambar (tes grafis) yang anda kerjakan, terpancar pula lewat bahasa tubuh, cara komunikasi maupun cara berpikir. Yang semuanya itu akan terkuak pada saat proses wawancara.</p>
<p>Banyak lembaga Psikologi yang menawarkan program pengembangan pribadi, jadi hal itu bukan lagi sesuatu yang sulit diatasi. Nah, bagi anda yang sedang bingung dan cemas menghadapi <strong>undangan tes kerja</strong> atau <strong>wawancara kerja</strong>, mulai sekarang tak perlu cemas lagi. <em><strong>Yang diperbaiki adalah diri anda, bukan gambar anda.</strong></em></p>
<p>Semoga bermanfaat.</p>
<p><em>Sumber Gambar : blackredzero.wordpress.com</em></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.sahabatwanita.com/ada-apa-dengan-psikotes-saya/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Konflik Dengan Ortu Masalah Diet dan Pekerjaan Rumah</title>
		<link>http://www.sahabatwanita.com/konflik-dengan-ortu-masalah-diet-dan-pekerjaan-rumah</link>
		<comments>http://www.sahabatwanita.com/konflik-dengan-ortu-masalah-diet-dan-pekerjaan-rumah#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 10 Aug 2010 01:01:54 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tanya Jawab]]></category>
		<category><![CDATA[cewek gemuk]]></category>
		<category><![CDATA[cewek gendut]]></category>
		<category><![CDATA[diet]]></category>
		<category><![CDATA[kegemukan]]></category>
		<category><![CDATA[perempuan gendut]]></category>
		<category><![CDATA[wanita gemuk]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.sahabatwanita.com/?p=431</guid>
		<description><![CDATA[Saya C, umur 20 tahun saya ingin cerita mengenai masalah yang saya hadapi dengan mama saya.liburan kali ini saya menghabiskan waktu di rumah saja. Saya sangat stres karena banyak hal.antara lain: Sejak tidak punya pembantu di rumah saya sering cek-cok &#8230; <a href="http://www.sahabatwanita.com/konflik-dengan-ortu-masalah-diet-dan-pekerjaan-rumah">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://www.sahabatwanita.com/wp-content/uploads/2010/08/Diet-dan-Kesehatan.jpg"><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-474" title="Diet dan Kesehatan" src="http://www.sahabatwanita.com/wp-content/uploads/2010/08/Diet-dan-Kesehatan-150x150.jpg" alt="" width="150" height="150" /></a>Saya C, umur 20 tahun<br />
saya ingin cerita mengenai masalah yang saya hadapi dengan mama saya.liburan kali ini saya menghabiskan waktu di rumah saja. Saya sangat stres karena banyak hal.antara lain:</p>
<ol>
<li>Sejak tidak punya pembantu di rumah saya sering cek-cok dengan mama saya karena saya malas membantu mama saya.</li>
<li>Saya ini anaknya overweight alias gendut. Mama saya terus menerus memaksa saya untuk menguruskan badan. Bukannya saya tidak ingin tapi saya belum mau menguruskan badan dulu, karena keadaan di rumah tidak kondusif untuk melakukan diet. Mama saya menyuruh saya diet karena khawatir dan malu.anak gadisnya sudah berumur 20 th tapi memiliki badan yang gendut. Sebenarnya saya sudah bisa menerima diri saya apa adanya tapi mama saya sepertinya belum menerima. Saya sangat stres.<span id="more-431"></span></li>
</ol>
<p>Apa yang harus saya lakukan? liburan kuliah saya masih 1,5 bulan lagi,Tapi saya sudah tidak betah di rumah. Saya capek dipaksa diet, saya capek cek-cok dengan mama saya terus.<br />
Terima kasih.</p>
<p>Jawaban :</p>
<p>Sdr C,</p>
<p>Memang sebaiknya rumah bisa menjadi tempat yang nyaman bagi semua anggota keluarga untuk “kembali” dari aktivitasnya di luar rumah. Namun jika salah satu anggota keluarga merasa sudah tidak nyaman lagi dengan suasana di rumah, maka yang perlu diperbaiki adalah seluruh keluarga sebagai suatu sistem.Bukan hanya orang per orang.</p>
<p>Bisa dimaklumi jika anda merasa tidak nyaman dengan situasi rumah anda, Anda merasa tidak dipahami oleh ibu. Namun perlu ditelaah lagi, mengapa terjadi kesalahpahaman, bisa jadi komunikasi anda berdua kurang efektif. Komunikasi yang dilakukan hanya seperlunya saja, kurang hangat dan tidak melibatkan kehangatan perasaan sehingga berpotensi menimbulkan kesalahpahaman. Hal ini akan berlanjut terus menjadi hubungan yang tidak harmonis karena biasanya apabila sekali telah terjadi kesalahpahaman maka orang akan memiliki prasangka buruk terhadap orang lain tersebut.</p>
<p>Saya salut dengan anda yang telah mampu menerima keadaan diri (gendut) sebagai kelebihan yang mungkin bagi ibu anda hal itu merupakan kekurangan.</p>
<p>Artinya anda sudah memiliki harga diri yang baik terkait dengan bentuk tubuh yang bagi ibu anda tidak ideal. Tetapi saran ibu untuk diet pun tidak ada salahnya, selain untuk kesehatan juga bermanfaat untuk menambah kelebihan diri anda.</p>
<p>Hanya saja mungkin cara ibu mengkomunikasikan hal itu kurang pas di hati anda. Akibatnya timbulah rasa sebel, merasa ibu tidak dapat memahami diri anda, dll.  Jika anda merasa belum waktunya untuk diet karena situasi di rumah kurang kondusif untuk diet, sebaiknya hal itu dikomunikasikan dengan ibu.</p>
<p>Apakah anda sudah mengkomunikasikan dengan beliau?Disini ditekankan pentingnya komunikasi, karena banyak konflik-konflik baik di rumah, di sekolah, tempat kerja, konflik suami-istri disebabkan oleh komunikasi yang tidak efektif (silahkan baca artikel komunikasi efektif  ).</p>
<p>Sedangkan mengenai sikap ibu yang sering meminta anda membantu membereskan rumah, saya kira hal itu tidak berlebihan, bukan berarti saya membela ibu anda. Tetapi saya hanya melihat kepraktisannya saja.</p>
<p>Jika kita bayangkan rumah yang berantakan tentu juga bukanlah tempat yang nyaman untuk :kembali”dari aktivitas di  luar rumah. Masih ditambah lagi dengan suasana rumah yang tidak kondusif maka rumah akan semakin tidak menyenangkan untuk ditinggali. Selanjutnya ketidaknyamanan itu akan merembet pada munculnya konflik antar anggota keluarga.</p>
<p>Membereskan rumah memang bukanlah pekerjaan yang enteng, apalagi jika sebelumnya terbiasa punya pembantu. Namun bukan pula pekerjaan yang memberatkan. Jika dilakukan dengan senang hati maka semuanya akan terasa mudah.</p>
<p>Tetapi kadang kita tetap saja malas melakukan sesuatu. Salah satu penyebabnya adalah karena kita tidak tahu “Apa Manfaatnya Bagiku?”</p>
<p>Coba anda telusuri apa manfaat membereskan rumah bagi anda, jika pun tidak ada manfaatnya yang langsung terasa maka cobalah mencari dan menciptakan manfaatnya. Misalnya : melatih kebiasaan hidup bersih.</p>
<p>Jadi meskipun punya pembantu tapi jika telah terbiasa rapi dan bersih maka tidak akan tergantung pada pembantu. Bukankah kita tidak bisa sepenuhnya bergantung pada pembantu, ada kalanya dia sakit, atau bahkan mungkin berhenti kerja dan kita belum mendapatkan gantinya.</p>
<p>Dengan menciptakan manfaatnya, maka kita akan termotivasi untuk melakukan pekerjaan itu, Bukan hanya pekerjaan membereskan rumah tetapi juga berlaku untuk pekerjaan/aktivitas lain.</p>
<p>Demikian sdr C , semoga membantu. Dan saran saya, hilangkan prasangka pada ibu (menganggap ibu tak bisa memahami diri anda, menganggap ibu cerewet, menganggap ibu khawatir anak gadisnya tidak laku, dll).</p>
<p>Lalu setelah prasangka itu diminimalisir maka jalin komunikasi yang efektif dengan ibu Anda. Saya yakin, ibu Anda memiliki maksud yang sangat baik terhadap anda. Hanya saja mungkin beliau tidak tahu bagaimana cara yang pas untuk mengatakannya kepada anda.</p>
<p>Atau mungkin juga memang beliau kurang memahami anda karena kurang lancarnya komunikasi itu tadi. Sehingga tidak semua tentang diri anda beliau ketahui.</p>
<p>Dan jika anda menjelaskan alasan anda secara baik mengapa anda merasa belum saatnya diet, saya pun yakin ibu anda dapat menerimanya kok. Anda hanya perlu bicara “dari hati ke hati” dengan ibu.</p>
<p>Ungkapkan alasan mengapa anda belum mau diet, dan yakinkan ibu anda bahwa sikap yang anda pilih merupakan pilihan yang baik bagi anda. Sebenarnya setiap orang kan juga berhak menentukan apakah dia mau kurus atau berisi atau gemuk, ya kan.</p>
<p>Selanjutnya, temukan “manfaat” dari setiap pekerjaan/aktivitas yang akan/harus anda lakukan agar termotivasi untuk mengerjakannya.</p>
<p>Salam.<br />
Terimakasih.</p>
<p><em>Sumber Gambar : indranesta.wordpress.com</em></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.sahabatwanita.com/konflik-dengan-ortu-masalah-diet-dan-pekerjaan-rumah/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Menghadapi Pacar Cemburu, Egois, dan Posesif</title>
		<link>http://www.sahabatwanita.com/menghadapi-pacar-cemburu-egois-dan-posesif</link>
		<comments>http://www.sahabatwanita.com/menghadapi-pacar-cemburu-egois-dan-posesif#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 27 May 2010 00:21:47 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tanya Jawab]]></category>
		<category><![CDATA[cemburu]]></category>
		<category><![CDATA[konseling pra nikah]]></category>
		<category><![CDATA[pacar egois]]></category>
		<category><![CDATA[Pacar pencemburu]]></category>
		<category><![CDATA[Pacar posesif]]></category>
		<category><![CDATA[pernikahan beda suku]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.sahabatwanita.com/?p=420</guid>
		<description><![CDATA[Terima kasih sebelumnya. Nama saya R , saya seorang wanita dengan  umur 21 thn dan  masalah saya sbb : Saya mempunyai pacar berusia 25 thn. Dia seorang yg posesif ,egois dan cemburuan. Saya sdh menjalani hubungan selama 2 thn. dan &#8230; <a href="http://www.sahabatwanita.com/menghadapi-pacar-cemburu-egois-dan-posesif">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal">
<p class="MsoNormal"><a href="http://www.sahabatwanita.com/wp-content/uploads/2010/05/pacar-cemburu-dan-posesif.gif"><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-459" title="pacar cemburu dan posesif" src="http://www.sahabatwanita.com/wp-content/uploads/2010/05/pacar-cemburu-dan-posesif-150x150.gif" alt="" width="150" height="150" /></a>Terima kasih sebelumnya. Nama saya R , saya seorang wanita dengan  umur 21 thn dan  masalah saya sbb :</p>
<p>Saya mempunyai pacar berusia 25 thn. Dia seorang yg posesif ,egois dan cemburuan. Saya sdh menjalani hubungan selama 2 thn. dan sekarang saya dan dia ingin melanjutkan kearah<strong><a href="http://www.sahabatwanita.com/sudah-matangkah-persiapan-pernikahan-anda" target="_blank"> pernikahan</a></strong>.</p>
<p class="MsoNormal"><span style="mso-ansi-language: SV;" lang="SV">Tapi saya khawatir sesudah nikah sifat pacar saya tidak berubah. Masalah yg sering datang saya sadari krna </span><span style="mso-ansi-language: SV;" lang="SV"><strong><a href="http://www.sahabatwanita.com/jalin-komunikasi-untuk-kehangatan-hubungan-suami-istri" target="_blank">komunikasi yg kurang</a></strong></span><span style="mso-ansi-language: SV;" lang="SV">. Entah knpa pacar saya sangat cuek atau mgkn tdk peduli dngan saya. contohnya,dia sangat jarang sms tw telp.<span id="more-420"></span></span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="mso-ansi-language: SV;" lang="SV"> klw pun ada komunikasi itu krna sy yg telp / sms dia. selebihnya tdk ada. Saya sdh membahas mslh ini dngn dia,tp alasan dia &#8221; lebih baik sms/telp-an atau dia datang kerumah? &#8220;. Memang dlm 1 minggu dia bisa dtng 3x, tp masa selebihnya saya tdk tahu keberadaan dia..?? </span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="mso-ansi-language: SV;" lang="SV">alasan lainnya tdk ada pulsa. Ya sudah saya mengalah. Lalu dia sangat pencemburu, saya punya akun Facebook dan sekarang2 dia menyuruh saya utk menon-aktifkan FB saya. Alasanya krna tkt saya selingkuh. </span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="mso-ansi-language: SV;" lang="SV">Padahal dia tahu siapa saja teman saya dan untuk lebih jelasnya saya kasih Password saya. Tp dia tetap ingin utk saya tdk usah pnya FB. Padahal dia sendiri pnya FB walaupun jarang dipakai. tapi kan tetap tdk adil..???</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="mso-ansi-language: SV;" lang="SV"> Saya pernah curhat masalah ini dngn sahabat saya. Jawaban dari dia knpa ga putus aja..??? Sekilas memang ada pikiran saya utk mengakhiri, tp saya sdh terlalu jauh dngn dia. Dan saya sayang dia. </span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="mso-ansi-language: SV;" lang="SV">Dalam hal kekeluargaan, saya juga sdh sering diajak ke rumah Orang Tuanya dan saudara2nya. Dia pun sdh sering menginap dirumah saya. Dan banyak tetangga yg tanya kapan nikah..?? Ini yg menjadi pertimbangan saya knpa tdk mau putus.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="mso-ansi-language: SV;" lang="SV"> Masalah baru yg saya hadapi dan belum ada jalan keluarnya yaitu masalah keuangan. Saya memang bekerja dan mempunyai pendapatan sendiri. Entah apa mungkin pacar saya itu pelit / mau nabung utk nikah, selama ini dia tidak ada pemikiran utk mengerti kebutuhan2 saya. </span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="mso-ansi-language: SV;" lang="SV">Sekarang dia ingin melamar saya dan dia tanya adat / tradisi keluarga saya seperti apa? Saya dari suku Betawi dan saya jelaskan semuanya. Mungkin dia keberatan / ga tahu pikiranya apa yg pasti masalah yg dtng sekarang2 ini ga jauh dr persoalan keuangan. </span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="mso-ansi-language: SV;" lang="SV">Mungkin dia keberatan dngn adat saya yg banyak aturan, tp mau bagaimana sdh tradisi. Saya mengerti, dia membiayai kehidupanya sendiri bahkan utk menikah pun sendiri, tp saya bilang kita sama-sama menabung. </span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="mso-ansi-language: SV;" lang="SV">Saya sdh terbuka untuk masalah keuangan saya / utk apa saja uang saya, tapi klw dia sepertinya masih ada yg disembunyikan dari saya. ini yg membuat saya bingung, apa sampai berumah tangga nanti masih seperti ini..??mungkin ini saja pertanyaan dari saya.. saya mohon jawabanya.<br />
Terima Kasih.</span></p>
<p class="MsoNormal">
<p class="MsoNormal">Jawaban :</p>
<p class="MsoNormal"><span style="mso-ansi-language: SV;" lang="SV">Mbak <span style="mso-spacerun: yes;"> </span>R, </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span style="mso-ansi-language: SV;" lang="SV">Terimakasih atas kepercayaan anda menyampaikan permasalahan anda kepada kami.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span style="mso-ansi-language: SV;" lang="SV">Tentunya saat ini anda sedang dilanda kebimbangan menyikapi pacar anda.</span><span style="mso-ansi-language: SV;" lang="SV">Anda tidak sendiri, Saya juga punya teman yang memiliki pacar yang posesif seperti pacar anda. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span style="mso-ansi-language: SV;" lang="SV">Bahkan pacar teman saya itu sering melukai diri dengan menusuk-nusukkan sendok ke dahinya jika teman saya ingin berpisah karena sudah tidak tahan dengan keposesifan pacarnya itu. Mudah-mudahan pacar anda tidak seperti ini ya.</span><span style="mso-ansi-language: SV;" lang="SV"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span style="mso-ansi-language: SV;" lang="SV">Sebelum memutuskan menikah ada banyak hal yang perlu dipersiapkan. Salah satunya adalah penyesuaian diri antara kedua pasangan dan persiapan finansial untuk pernikahan &amp; untuk kehidupan setelah menikah. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span style="mso-ansi-language: SV;" lang="SV">Masa pacaran merupakan saat paling pas untuk saling mempelajari karakter masing-masing. Sekedar gambaran saja, saya punya kenalan yang menikah untuk kedua kalinya dengan seorang duda yang belakangan baru diketahuinya ternyata sangat posesif. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span style="mso-ansi-language: SV;" lang="SV">Kenalan saya sangat tersiksa karena suami keduanya itu selalu memeriksa inbox di hpnya, menanyai kemana saja ia pergi dan ketemu dengan siapa saja pada hari itu. Bahkan jika mereka pergi ke kota tempat suami bekerja (kebetulan suaminya bekerja di luar kota), kenalan saya dilarang pergi keluar rumah meskipun hanya sekedar membeli makanan. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span style="mso-ansi-language: SV;" lang="SV">Bayangkan betapa tersiksanya hidup dalam situasi demikian. Pertimbangkan apakah pacar anda berpotensi untuk berperilaku seperti itu di kemudian hari. Jika pacar anda berpotensi berperilaku demikian, pikirkan apakah anda sanggup menerimanya atau tidak.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span style="mso-ansi-language: SV;" lang="SV"> </span><span style="mso-ansi-language: SV;" lang="SV">Mbak R, Ada beberapa sifat dan kebiasaan pria yang tidak dapat diterima oleh wanita demikian pula sebaliknya. Dalam buku Men are from mars and women are from venus, salah satu contoh perilaku pria yang dipertanyakan oleh wanita adalah pria tidak menelpon wanita setelah sebelumnya mereka bertemu (misalnya makan malam). </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span style="mso-ansi-language: SV;" lang="SV">Sementara wanita menanti-nanti telepon dari si pria, si pria tenang-tenang saja seolah tidak ada masalah apa-apa. Pria menganggap menelpon tidak penting. Itu hanya salah satu contoh mengapa suatu masalah yang tampak penting bagi wanita ternyata tidak penting bagi pria begitu pula sebaliknya. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span style="mso-ansi-language: SV;" lang="SV">Perbedaan ini tidak hanya mencakup antara pria dan wanita, secara umum pun berlaku demikian, ada sesuatu hal yang dianggap penting bagi seseorang ternyata dianggap tidak penting oleh orang lain. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span style="mso-ansi-language: SV;" lang="SV">Dengan gambaran ini, saya harap anda bisa memandang suatu persoalan dari sudut pandang yang berbeda, mencoba memahami sudut pandang pacar anda dalam melihat suatu permasalahan, daripada hanya berpikir nagatif menganggap pacar anda tidak peduli atau tidak memahami anda jika ia tidak mau menelpon atau sms anda.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span style="mso-ansi-language: SV;" lang="SV">Termasuk juga dalam menilai apakah pacar anda betul-betul serius ingin melanjutkan hubungan ke arah pernikahan atau tidak. Keterbukaan seorang pria dalam hal keuangan kepada wanita bukan ukuran apakah pria serius menikah atau tidak. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span style="mso-ansi-language: SV;" lang="SV">Akan lebih baik jika anda mencari tahu tentang keseriusan pacar anda untuk menikah dari teman-temannya, supaya anda bisa melihat secara lebih obyektif. Misalnya dengan menayakan kepada temannya persiapan apa saja yang dilakukan pacar, apakah pacar anda itu mengalami perubahan menjelang pernikahan anda (misalnya jadi lebih antusias menjalani hari-hari, sering terlihat lebih ceria, dll)</span><span style="mso-ansi-language: SV;" lang="SV"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span style="mso-ansi-language: SV;" lang="SV">Apa yang disampaikan di atas dapat menjadi pertimbangan anda sebelum memutuskan akan melanjutkan hubungan dalam pernikahan atau tidak. Janganlah hanya karena anda ”sudah terlalu jauh dengan dia” anda menjadi terpaksa menikah dengannya padahal banyak hal darinya yang sulit anda terima. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span style="mso-ansi-language: SV;" lang="SV">Sadarilah bahwa jika anda menikah dengannya, maka itu akan berlangsung untuk waktu yang lama (tidak sesaat). Jangan hanya karena sudah ’terlalu jauh’, anda mengorbankan masa depan pernikahan anda. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span style="mso-ansi-language: SV;" lang="SV">Jika akhirnya anda memutuskan untuk tidak melanjutkan hubungan dengannya, kelak pengalaman anda dengan pacar akan menjadi pelajaran yang sangat berharga. Untuk lebih berhati-hati dalam perilaku pacaran.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span style="mso-ansi-language: SV;" lang="SV"><em>Sumber gambar : hepiofme.blogspot.com</em><br />
</span></p>
<p><span style="mso-ansi-language: SV;" lang="SV"> </span></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.sahabatwanita.com/menghadapi-pacar-cemburu-egois-dan-posesif/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Adik Yang Pemalas Sekali</title>
		<link>http://www.sahabatwanita.com/adik-yang-pemalas-sekali</link>
		<comments>http://www.sahabatwanita.com/adik-yang-pemalas-sekali#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 21 May 2010 01:31:18 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tanya Jawab]]></category>
		<category><![CDATA[hidup mandiri]]></category>
		<category><![CDATA[komunikasi setara]]></category>
		<category><![CDATA[Remaja tidak mandiri]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.sahabatwanita.com/?p=417</guid>
		<description><![CDATA[Terimakasih atas kesempatan konselling yang diberikan oleh bapak ibu sekalian. Permasalahan saya adalah sbb: Saya anak ke 4 dari 5 bersudara, kami semua telah menikah dan hidup mandiri, terpisah dari orang tua. Ayah sudah meninggal. Sekarang ibu tinggal dengan adik &#8230; <a href="http://www.sahabatwanita.com/adik-yang-pemalas-sekali">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://www.sahabatwanita.com/wp-content/uploads/2010/05/kemalasan.jpg"><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-498" title="kemalasan" src="http://www.sahabatwanita.com/wp-content/uploads/2010/05/kemalasan-150x150.jpg" alt="" width="150" height="150" /></a>Terimakasih atas kesempatan konselling yang diberikan oleh bapak ibu sekalian.<br />
Permasalahan saya adalah sbb:</p>
<p>Saya anak ke 4 dari 5 bersudara, kami semua telah menikah dan hidup mandiri, terpisah dari orang tua. Ayah sudah meninggal. Sekarang ibu tinggal dengan adik saya perempuan usia 33 th yang belum menikah.</p>
<p>Masalah ada pada adik saya yang bungsu ini. Sebut saja namanya A. Sebagai bungsu, Sedari kecil A memang dimanja oleh orang tua saya. Tidak pernah diberi tanggung jawab, semua kebutuhannya dipenuhi dan dia diatur untuk selalu menjadi &#8220;boneka lucu&#8221; dari orang2 di sekitarnya terutama ibu dan Tante saya yang lajang dan tinggal serumah dg kami. <span id="more-417"></span></p>
<p>Tapi ternyata A tumbuh menjadi anak yang manja dan tidak mau berusaha. Sejak SD dia tidak pernah termotivasi belajar dan berusaha. Nilai rapor amburadul, pemalas, sulit bergaul. Semakin dewasa permasalahan yang dialami A semakin kompleks.</p>
<p>Karena putus kuliah, A menganggur dan tidak pernah mandiri secara finansial. Dia sering mencuri uang ibu dan sangat pandai berbohong. Pelariannya adalah jajan dan jajan, sehingga tubuhnya pun semakin gemuk.</p>
<p>Kesukaannya selain jajan adalah membeli macam2 kosmetik yang tidak pernah dihabiskan. Kamarnya amat berantakan, banyak botol kemasan kosmetik dan bungkus jajanan. Kalau keinginannya dilarang dan dinasihati, A sering menghilang dari rumah, pergi pagi-pulang sore atau malam, entah kemana.</p>
<p>Sekarang diam2 dia punya kekasih, seorang pria yang asal usulnya tidak jelas. Pendidikannya pun jauh di bawah kami yang semua sarjana. Sangat sederhana dan hidup menjadi petani di luar kota.</p>
<p>Sungguh kontras dengan gaya hidup A yang manja, pemalas tapi konsumtif, dan tidak mau berusaha. Saya pun tidak melihat kesungguhan A untuk menjadi pribadi yang lebih dewasa dan mandiri, sebagai <strong><a href="http://www.sahabatwanita.com/sudah-matangkah-persiapan-pernikahan-anda" target="_blank">persiapannya menikah </a></strong>dengan pria itu.</p>
<p>Terkesan dia tidak serius tapi cuma menikmati perhatian dari pria itu, sebagai selingan dari hidupnya yang pengangguran dan tidak bergaul.</p>
<p>A jelas2 stres dan diterpa minder yang akut. Tapi dia pun tidak pernah terlihat berusaha mengubah keadaan. Apatis. Semua tindakannya dilakukan diam2, dan tidak bisa diajak berdiskusi dengan terbuka.</p>
<p>Yang memperburuk keadaan sekarang adalah perlakuan ibu kepada A. Karena kami kakak-kakaknya sering menegur A dengan keras (karena dia amat pemalas, bahkan memungut sampah di lantai saja dia enggan sementara kami tak punya pembantu.</p>
<p>Tugas A hanya cuci piring dan cuci baju mereka berdua). Ibu mungkin kasihan dengan A, dan sebagai wujud rasa bersalahnya ibu semakin memanjakan A. Selalu diberi uang untuk jajan &amp; belanja, semakin tidak mandiri lah dia.</p>
<p>Masak untuk makan sehari2 pun A malas. Inginnya beli dan beli. Jajan dan jajan. Keadaan semakin rumit karena A pun akhirnya merasa nyaman dengan kondisi itu. Kalau kami kakak2nya menegur, ibu selalu membela A dan mencela kami yang dikatakan sombong, mentang2 dan tidak sayang adik.</p>
<p>Bapak ibu sekalian, apa yang harus kami &#8211; kakak2nya lakukan? Setiap kami menasihati A, yang ada hanya diam dan apatis. Kalau kami menasihati ibu agar tidak memnjakan A, ibu lah yang kemudian bersikap defensif.</p>
<p>Kamu sungguh khawatir dengan keadaan ini. Karena ibu tidak akan hidup selamanya untuk membantu A, bukan? Suatu hari nanti A harus mandiri. dan di usia 33 th ini pun, dia belum juga berubah.</p>
<p>Apa yang harus kami lakukan? apa yang harus kami sampaikan pada ibu?</p>
<p>Terimakasih banyak..</p>
<p>Jawaban :</p>
<p>terimakasih atas kesediaan anda sharing dengan kami.</p>
<p>Membaca permasalahan yang anda kemukakan, sepertinya adik anda telah terbentuk sejak kecil hingga memiliki kepribadian seperti sekarang.</p>
<p>Apa yang anda telah lakukan sebagai kakaknya sebenarnya sudah benar. Tetapi karena ibu tidak dapat diajak kerjasama untuk mengubah kebiasaan adik akhirnya usaha anda menjadi sulit.</p>
<p>Walaupun menurut anda adik memiliki sifat manja dan malas tetapi pasti dia punya keinginan. Kadang, anak-anak pada urutan terakhir atau anak bungsu menjadi tidak berdaya (malas, manja, dan mungkin tidak menjadi orang hebat) justru karena ia diperlakukan sebagai anak kecil sepanjang hidupnya.</p>
<p>Dianggap tidak dapat membuat keputusan dalam hidup, dianggap ”belum cukup umur” di hampir sepanjang hidupnya. Hingga akhirnya ia benar-benar menjadi seperti itu.</p>
<p>Mungkin anda sudah pernah menanyakan kepada adik mengenai apa keinginannya, tetapi kali ini ada baiknya anda mencoba kembali. Cobalah menyakan kepada adik anda, apa yang ia inginkan dalam hidupnya 1 tahun ke depan, 5 tahun kedepan, dan 10 tahun kedepan.</p>
<p>Dari situ ana dapat mengerti gambaran masa depan seperti apa yang diinginkan adik anda. Misalnya : Seperti apakah gambaran dirimu 1 th, 5 th dan 10 tahun ke depan?</p>
<p>Anda juga dapat menanyakan apa saja yang menjadi kendala adik anda mewujudkan harapan itu.</p>
<p>Jika adik anda tidak kooperatif, atau tidak mau diajak bicara mungkin bisa gunakan tulisan. Atau lakukan pendekatan terlebih dulu sebelum memulai pembicaraan, dengan memegang prinsip-prinsip komunikasi antara lain komunikasi dua arah dan setara.</p>
<p>Jangan tempatkan adik anda sebagai terdakwa atau anak kecil yang harus diajari, diberi tahu, dan harus menurut apa yang disuruh kakaknya. Jangan pula anggap adik anda anak yang tidak tahu apa-apa. Tempatkan ia sebagai manusia yang berhak bicara. Dan tentunya dengarkan apa yang ia sampaikan.</p>
<p>Mudah-mudahan dengan pendekatan yang tepat, adik anda bisa diajak kompromi.</p>
<p>Mengenai masalah kemandirian finansial, mengingat usia adik anda yang sudah dewasa dan mungkin ia tidak memiliki bekal pendidikan yang memuaskan mungkin anda dapat memberikan bantuan dalam mencarikan pekerjaan yang sesuai untuk kemampuan adik.</p>
<p>Atau jika hal itu tidak memungkinkan, anda bisa mengajari adik anda cara membuka usaha kecil-kecilan agar ia belajar merintis usaha untuk menopang kebutuhannya sendiri.</p>
<p>Ada baiknya ibu diajak mendiskusikan permasalahan ini. Mintalah pendapat ibu bagaimana jika anda melakukan apa yang saya sarankan di atas. Yaitu rencana untuk mengajak adik bicara tentnag keinginannya ke depan, barangkali ibu anda punya pandangan lain, bisa dipertimbangkan.</p>
<p>Doronglah ibu agar terlibat dalam proyek ini. proyek mengarahkan adik agar hidupnya lebih terarah. Bila perlu, mintalah ibu yang bicara dengan adik. Karena mungkin hanya beliau yang kata-katanya didengar oleh adik anda.</p>
<p>Sampaikan alasan kenapa anda melakukan ini, adalah  demi kebaikan semuanya. Demi kebaikan adik : agar ia mandiri dalam hidup baik secara sosial, finansial. Demi kebaikan ibu : agar ia tenang jika anak-anak sudah mandiri semua, tidak ada yang bergantung pada ibu.</p>
<p>Karena seperti anda kemukakan, tidak selamanya ibu bisa menemani adik. sebaiknya ajak ibu membicarakan masalah ini, bukan sekedar<a href="http://www.sahabatwanita.com/cara-menegur-anak-tanpa-menyakiti-perasaannya" target="_blank"> <strong> menasihati</strong></a><strong> </strong>beliau agar tidak memanjakan adik.</p>
<p>Sadarilah bahwa ibu adalah figur yang bagaimanapun juga telah memiliki pengalaman hidup yang lebih banyak daripada kita. Pendapatnya sangat perlu kita pertimbangkan. Beliau tidak akan suka jika dinasihati, oleh karena itu libatkanlah, mintalah pertimbangan darinya.</p>
<p>Saya yakin ibu anda akan merasa dihargai sehingga beliau akan memunculkan saran-sarannya yang terbaik untuk kebaikan keluarga anda.</p>
<p>Terima kasih.</p>
<p><em>Sumber Gambar : nuril.student.umm.ac.id</em></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.sahabatwanita.com/adik-yang-pemalas-sekali/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Suami Saya Suka Selingkuh</title>
		<link>http://www.sahabatwanita.com/apa-solusinya</link>
		<comments>http://www.sahabatwanita.com/apa-solusinya#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 20 May 2010 16:06:43 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tanya Jawab]]></category>
		<category><![CDATA[Pacar gelap]]></category>
		<category><![CDATA[permasalahan rumah tangga]]></category>
		<category><![CDATA[perselingkuhan]]></category>
		<category><![CDATA[Selingkuh]]></category>
		<category><![CDATA[Suami kawin lagi]]></category>
		<category><![CDATA[suami selingkuh]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.sahabatwanita.com/?p=414</guid>
		<description><![CDATA[Pertanyaan : Usia suami 14 tahun dibawah saya. Kami telah menikah 6 taun dan dikaruniai 2 org anak laki2, usia 5 tahun dan 2 bln. Ini pernikahan saya yg kedua. Dari pernikahan sebelumnya saya punya 4 anak (seorang anak saya &#8230; <a href="http://www.sahabatwanita.com/apa-solusinya">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://www.sahabatwanita.com/wp-content/uploads/2010/05/Suami-Selingkuh.jpg"><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-465" title="Suami Selingkuh" src="http://www.sahabatwanita.com/wp-content/uploads/2010/05/Suami-Selingkuh-150x150.jpg" alt="" width="150" height="150" /></a>Pertanyaan :<br />
Usia suami 14 tahun dibawah saya. Kami telah menikah 6 taun dan dikaruniai 2 org anak laki2, usia 5 tahun dan 2 bln. Ini <strong><a href="http://www.sahabatwanita.com/sudah-matangkah-persiapan-pernikahan-anda" target="_blank">pernikahan</a></strong> saya yg kedua. Dari pernikahan sebelumnya saya punya 4 anak (seorang anak saya meninggal taun 2007)Awal pnikahan baik2 saja.</p>
<p>Kami memulai semua dari nol. Menginjak taun ke 2 suami selingkuh dengan seorang janda yg usianya jauh diatas saya. Tp akhirnya kami bs selesaikan baik2. Meskipun dgn rasa sakit, saya bicara baik2 pd wanita itu, bahkan skrg hub kami spt teman (mgkn dia paham bagaimana sakitnya diselingkuhi,krn diapun mengalami.Yg dia tau saat berkenalan, suami mengaku diambang perceraian) <span id="more-414"></span></p>
<p>Ternyata ujian saya blm cukup, perselingkuhan terjadi lagi tapi tdk tll lama bahkan saya tau dari org2 dekatnya , dan yg terakhir yg sekarang ini. Dia berhub dengan bekas teman kerjanya.</p>
<p>Alasannya krn gadis itu miskin. Dan kalau saya tidak mau diceraikan saya hrs menerima semua itu.  Sakit rasanya. Tp saya hanya diam. Jujur saya tdk mau bercerai krn sy mencintainya. Tp semakin hari rasa sakit itu semakin dalam.</p>
<p>Bahkan kalau ada sms yg ketauan saya dia spt tak merasa menyakiti saya.  Kadang saya berpikir apa yg salah? Slama ini saya tdk menuntut apapun, bahkan ketika dia bawa saya hidup susahpun saya mau (maaf bukan menyombongkan, keluarga  saya jauh diatas kel nya dalam hal materi) bahkan sampai saat inipun, saya tdk pernah dinafkahi.</p>
<p>Justru saya byk menanggung beban hutangnya. Yg lebih parahnya lg saya rela hamil lagi dalam usia 38thn krn dia ga mau hanya punya 1 anak. Pdhl resiko yg saya tanggung sangat besar krn brarti itu operasi caesar yg kelima kalinya.</p>
<p>Allah msh sayang sm saya, slama hamil saya tdk pnah ada keluhan bahkan proses melahirkanpun lancar. Alhamdulilah anak saya sehat.  Yang ingin saya tanyakan Bagaimana saya seharusnya bersikap.</p>
<p>Saya tidak pernah berani bicara, krn dia sll ancam untuk pergi.  Saya tidak ingin bercerai, tp saya juga tak mau dimadu suami.</p>
<p>Sungguh&#8230;. Saya hopeless sekali</p>
<p><strong>Jawaban : </strong></p>
<p>Ibu N yang sedang hopeless.</p>
<p>Terima kasih atas kepercayaan anda untuk sharing dengan kami.</p>
<p>Saya bisa merasakan betapa sakitnya perasaan anda atas kejadian yang anda alami. Apalagi perselingkuhan suami bukan yang pertama kalinya.</p>
<p>Dan saya pun  salut atas sikap anda yang begitu sabar menghadapi perselingkuhan yang pertama, bisa menjalin hubungan baik dengan mantan selingkuhan suami, dan kesediaan anda menanggung risiko kesehatan ketika anda memutuskan untuk <strong><a href="http://www.sahabatwanita.com/istri-hamil-kewajiban-suami-harus-berperan-aktif-menjaga-kehamilan" target="_blank">hamil </a></strong>lagi ”demi suami”.  Tentunya semua itu bukan keputusan yang mudah untuk dijalani. Anda telah melakukan banyak hal untuk pernikahan anda berdua.</p>
<p>Sebelum membahas permasalahan anda, sebenarnya ada beberapa hal yang saya ingin tanyakan, yaitu :</p>
<p><em><strong>pertama</strong></em> : apakah anda membuat kesepakatan dengan suami setiap kali suami ”sembuh” dari perselingkuhannya? misalnya berjanji tidak akan mengulanginya dan konsekuensi yang akan ia terima jika ternyata suami tidak menepati janji tersebut.</p>
<p><em><strong>Kedua </strong></em>: jika anda tidak keberatan diajak suami hidup dalam kesusahan apakah anda selalu diam saja dan tidak menyampaikan keluhan pada suami?misalnya mengeluh mengenai beban finansial yang harus anda tanggung (menanggung hutang suami).</p>
<p><em><strong>Ketiga </strong></em>: apakah anda mengenal sifat dan perilaku suami sebelum ia menikah dengan anda?apakah dulu ia punya riwayat gonta ganti pacar?</p>
<p>Ibu N, Pada umumnya pria memang menyukai hal-hal yang menantang dan kompetitif. Sedangkan wanita pada umunya lebih menyukai hal-hal yang sifatnya afiliasi (pertemanan) dan kurang kompetitif. Salah satu hal yang menantang adalah petualangan.</p>
<p>Sifat petualang ini bisa dimunculkan dalam pekerjaan (sering berganti pekerjaan karena tidak puas, dan ingin mencari tantangan serta pengalaman baru), muncul dalam hobi misalnya menjelajah hutan, naik gunung, dll.</p>
<p>Dapat pula muncul dalam relasi antar manusia misalnya dalam hal menjalin hubungan (gonta ganti pacar), nah sialnya jika orang tersebut sudah menikah dan ingin gonta ganti istri. Maka itu akan merugikan banyak orang.</p>
<p>Ibu N, tentunya anda setuju dengan saya bahwa komunikasi adalah hal yang sangat penting. Tanpa komunikasi, kita tidak dapat berinteraksi dengan orang lain. Kita pun tidak dapat dengan jelas menangkap maksud orang lain.</p>
<p>Dalam pertanyaan, anda menulis bahwa anda hanya diam ketika sakit hati akibat suami selingkuh yang ketiga kalinya (mudah mudahan saya tidak salah hitung). Diam itu bisa diartikan banyak bu. Dan bisa jadi orang akan salah mengartikannya.</p>
<p>Anda perlu mengubah sikap diam anda. Suami tidak akan bisa mengerti perasaan anda jika tak anda komunikasikan. Anda perlu menyampaikan bahwa anda sakit hati, sedih, kecewa pada suami, dll yang mungkin anda rasakan.</p>
<p>Barangkali, suami menjadi tidak mau tahu perasaan anda karena anda belum <strong><a href="http://www.sahabatwanita.com/pentingnya-komunikasi-untuk-mewujudkan-keluarga-bahagia" target="_blank">mengkomunikasikanny</a></strong>a. Yang paling penting adalah, jangan merasa tidak memiliki ”nilai tawar” atau bargaining point. Anda berharga, dan layak dihargai oleh suami.</p>
<p>Apalagi, pengorbanan anda untuk suami tidak sedikit. Jadi, bicaralah pada suami bu. Sikap diam ibu bisa jadi salah satu faktor yang membuat suami anda berani ”menyepelekan” ibu. Saya tidak bermaksud mengajari orang menentang atau melawan suami, tetapi mendorong agar relasi antara suami dan istri berjalan sejajar.</p>
<p>Ibu N, seperti pertanyaan saya di awal apakah anda membuat kesepakatan dengan suami ketika ia bersedia ”kembali” pada ibu dan mengakhiri perselingkuhannya yang pertama? ini penting.</p>
<p>Karena akan mendorong orang untuk berperilaku seperti yang diharapkan yaitu tidak lagi selingkuh. Sedangkan yang dibuat kesepakatan saja mungkin akan diulang, apalagi jika tidak dibuat kesepakatan.</p>
<p>Kemudian, sebagaimana pertanyaan saya yang kedua :  jika anda tidak keberatan diajak suami hidup dalam kesusahan apakah anda selalu diam saja dan tidak menyampaikan keluhan pada suami? misalnya mengeluh mengenai beban finansial yang harus anda tanggung (menanggung hutang suami).</p>
<p>Pria kadang tidak suka dengan wanita yang terlalu mandiri. Ia ingin naluri sebagai lelakinya diakui. Sebagai lelaki ia ingin dihargai, dianggap kuat, tangguh, dll.</p>
<p>Bahkan jika ia adalah lelaki yang tidak dapat memenuhi kebutuhan finansial keluarga seperti yang anda sampaikan. Ia sadar betul, jika isrtinya tidak mandiri maka kebutuhan finansial kelurga akan terbengkalai. Tapi tetap saja, ia ingin dihargai, dianggap kuat, tangguh, dianggap pengayom keluarga, dll.</p>
<p>Pria ingin dibutuhkan, bu. Walaupun sebenarnya mungkin tanpa dia, anda bisa menjalankan rutinitas keluarga dengan baik. Anda bisa mengurus keluarga dan keuangan.</p>
<p>Tapi pria ingin dibutuhkan. Apakah anda sudah menempatkan ia ”merasa dibutuhkan keluarga?” jika pria merasa disepelekan oleh keluarga dan merasa tidak dihargai, ia dapat melakukan pemberontakan. Salah satunya dengan berusaha menyakiti hati istri. Mungkin, suami anda termasuk yang ini.</p>
<p>Yang terakhir, apakah suami punya riwayat ganti ganti pacar?jika iya berarti masalah pada kepribadian suami ibu. Ia harus mendapatkan konseling dengan psikolog terutama yang paham masalah keluarga dan perkawinan sesuai dengan permasalahan anda.</p>
<p>Ibu N, segeralah bertindak : jalin komunikasi. Jangan hanya diam jika anda tidak dapat menerima keadaan ini. <strong>Diam tidak akan merubah apapun</strong>. Akan lebih baik jika anda ditemani oleh pihak ketiga yang dapat menjadi mediasi antara suami dan anda.</p>
<p>Orang ketiga ini sebaiknya adalah orang yang berpengaruh dalam hidup suami, mungkin ibunya, ayahnya atau kakaknya atau mungkin teman akrabnya.</p>
<p>Tentu saja sebelum anda menentukan siapa yang akan membantu anda membicarakan masalah ini dengan suami, anda perlu memastikan terlebih dahulu bahwa mereka sepaham dengan anda di dalam memandang permasalahan ini.</p>
<p>Sampaikan kepada suami anda tentang harapan anda terhadap pernikahan ini, termasuk di dalamnya keinginan anda untuk tidak bercerai maupun dimadu. Kemukakan pula semua hal yang telah anda berdua lewati dalam rumah tangga, anak-anak..</p>
<p>Tetapi ini tidak mudah ibu N. Namun anda jangan menyerah dulu. Yakinlah anda bisa menyelamatkan perkawinan anda. Dengan keyakinan itu, akan membantu anda bertindak melakukan usaha-usaha demi menyelamatkan perkawinan anda.</p>
<p>Satu hal yang juga penting, jagalah agar kepala anda tetap dingin. <strong><a href="http://www.sahabatwanita.com/resep-manjur-mengendalikan-emosi-anda" target="_blank">Kendalikan emosi anda</a></strong>. Mungkin anda sudah tak tahan dengan kondisi ini dan ingin ”meledak”. Tetapi kendalikanlah. Suami anda sedang dalam keadaan sulit diajak kompromi, sehingga anda perlu tetap berkepala dingin agar tidak menyulut permasalahan menjadi lebih berat.</p>
<p>Untuk mengurangi beban perasaan anda yang menekan, lakukan relaksasi. Ini berguna untuk melepaskan <strong><a href="http://www.sahabatwanita.com/ungkapkan-empati-dan-perasaan-anda-secara-tepat" target="_blank">perasaan-perasaan</a></strong> yang mengganggu dan mencegah perasaan tidak menyenagkan terlalu lama mengendap di hati anda.</p>
<p>Ibu N, selamat berjuang. Saya turut berdoa semoga anda diberi kekuatan oleh Tuhan sehingga mampu menyelesaikan permasalah dalam pernikahan anda.</p>
<p><em>S</em><em>umber Gambar : riausatu.com</em></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.sahabatwanita.com/apa-solusinya/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Tips Berdebat Yang Sehat Untuk Pasangan Suami Istri</title>
		<link>http://www.sahabatwanita.com/tips-berdebat-yang-sehat-untuk-pasangan-suami-istri</link>
		<comments>http://www.sahabatwanita.com/tips-berdebat-yang-sehat-untuk-pasangan-suami-istri#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 10 May 2010 15:12:42 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Keluarga]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.sahabatwanita.com/?p=403</guid>
		<description><![CDATA[Dalam membina kehidupan rumah tangga, tak selamanya berjalan lancar. Kadang terdapat permasalahan yang memicu terjadinya pertengkaran antara suami istri. Walaupun tidak berkembang menjadi konflik yang serius, namun situasi seperti ini dapat mempengaruhi kebahagiaan anda. Memang betul, tak ada salahnya berbeda &#8230; <a href="http://www.sahabatwanita.com/tips-berdebat-yang-sehat-untuk-pasangan-suami-istri">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://www.sahabatwanita.com/wp-content/uploads/2010/05/berdebat.jpg"><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-478" title="berdebat" src="http://www.sahabatwanita.com/wp-content/uploads/2010/05/berdebat-150x150.jpg" alt="" width="150" height="150" /></a>Dalam membina <a href="http://www.sahabatwanita.com/pentingnya-komunikasi-untuk-mewujudkan-keluarga-bahagia" target="_blank"><strong>kehidupan rumah tangga</strong></a>, tak selamanya berjalan lancar. Kadang terdapat permasalahan yang memicu terjadinya <strong>pertengkaran antara suami istri</strong>. Walaupun tidak berkembang menjadi <a href="http://www.sahabatwanita.com/menangani-manajemen-konflik-dengan-penyampaian-komunikasi-efektif" target="_blank"><strong>konflik</strong></a> yang serius, namun situasi seperti ini dapat mempengaruhi kebahagiaan anda.</p>
<p>Memang betul, tak ada salahnya berbeda pendapat. Berdebat dengan pasangan hidup anda pun tak dilarang. Tetapi ingatlah hal berikut jika anda sedang berdebat dengan suami : <span id="more-403"></span></p>
<ol>
<li><strong>Gunakan fakta.</strong><br />
Kita, terutama para pria sangat menyukai realitas. Mereka jarang mau menggunakan perasaannya secara berlebihan. Jadi  jika anda sedang berbeda pendapat dengan suami, gunakan fakta-fakta, jangan hanya opini. Misalnya,”aku <strong>baca</strong> di buku&#8230;..katanya begini mas..”; Gunakan juga hasil persepsi paca indera, bukan sekedar perasaan.</p>
<p>Misalnya,”aku <strong>lihat </strong>di taman kanak-kanak, mereka tidak diajari sopan santun dengan baik,” jangan katakan,”aku <strong>merasa</strong> mereka tidak diajari sopan santun dengan baik,” .</li>
<li><strong>“Kamu tidak pernah&#8230;.”</strong><br />
kebanyakan wanita tidak menyadari mengatakan hal ini ketika ia sedang berdebat dengan suaminya, “<strong>kamu tidak pernah </strong>mau membantuku membereskan rumah.”; “<strong>kamu tidak pernah </strong>memberiku perhatian bahkan saat aku ulang tahun&#8230;” dll.</p>
<p>Kalau anda mau jujur pada diri sendiri, sebenarnya kata-kata itu tidak benar bukan?ingat-ingatlah, beberapa saat yang lalu pastinya suami anda <strong>pernah </strong>melakukan hal yang anda tuduhkan sebagai <strong>tidak pernah. </strong>Tapi mungkin <strong>jarang. </strong></p>
<p>Walaupun demikian, jangan mengungkit hal itu, suami anda merasa tidak dihargai usaha yang telah lakukan untuk anda.</li>
<li><strong>Fokus pada masalah</strong><br />
Jika anda sedang memperdebatkan masalah belanja bulanan bulan ini yang membengkak maka fokuskan pada masalah itu. Jangan melebar pada masalah lain yang tidak relevan sama sekali. Di mata suami, Anda akan tampak mencari-cari alasan.</li>
<li><strong>Jangan libatkan emosi terlalu      mendalam</strong><br />
Perdebatan pasti akan selalu menimbulkan perasaan tidak nyaman, Mungkin jengkel, marah, kecewa, sedih, dll. Jangan simpan perasaan itu sampai berlarut-larut. Anda sendiri yang rugi, karena pekerjaan anda yang lain akan terpengaruh perasaan tidak menyenangkan itu.</li>
</ol>
<p>Sebaiknya berdebat hanya dalam satu waktu. Usahakan solusinya dapat disepakati bersama. Buat komitmen untuk tidak lagi mengungkit masalah tersebut di lain waktu, serta ajak suami untuk konsekuen dengan keputusan yang dibuat untuk menyelesaikan perdebatan anda.</p>
<p>Meskipun keempat tips diatas tampaknya ditujukan kepada wanita, tetapi para pria pun perlu memperhatikan dan melakukan tips tersebut. Agar perdebatan anda tidak berlanjut menjadi pertengkaran yang berujung terjadinya<a href="http://www.sahabatwanita.com/mencegah-kekerasan-dalam-rumah-tangga" target="_blank"><strong> KDRT</strong></a> hanya karena tidak dapat melakukan perdebatan yang sehat.</p>
<p>sumber gambar : rgesit.blogdetik.com</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.sahabatwanita.com/tips-berdebat-yang-sehat-untuk-pasangan-suami-istri/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Calon Istri Saya Sudah Berhubungan Seksual Dengan Mantan Pacarnya</title>
		<link>http://www.sahabatwanita.com/i-need-help</link>
		<comments>http://www.sahabatwanita.com/i-need-help#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 09 May 2010 02:41:57 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tanya Jawab]]></category>
		<category><![CDATA[calon istri]]></category>
		<category><![CDATA[hubungan seks pra nikah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.sahabatwanita.com/?p=398</guid>
		<description><![CDATA[Salam, berawal dari berkenalan dari telepon (salah satu teman kantor saya mengenalkannya) saat itu lokasi saya berada di kota P, dan dia berada di kota L. hubungan kami bertahap berkembang dan semakin dekat, saya mengajaknya untuk pindah ke kota P,karena &#8230; <a href="http://www.sahabatwanita.com/i-need-help">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://www.sahabatwanita.com/wp-content/uploads/2010/05/Calon-Istri-sudah-berhubungan-seksual1.jpg"><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-493" title="Calon Istri sudah berhubungan seksual" src="http://www.sahabatwanita.com/wp-content/uploads/2010/05/Calon-Istri-sudah-berhubungan-seksual1-150x150.jpg" alt="" width="150" height="150" /></a>Salam,<br />
berawal dari berkenalan dari telepon (salah satu teman kantor saya mengenalkannya) saat itu lokasi saya berada di kota P, dan dia berada di kota L.</p>
<p>hubungan kami bertahap berkembang dan semakin dekat, saya mengajaknya untuk pindah ke kota P,karena kebetulan perusahaan tempatnya bekerja memiliki cabang di kota P .setelah beberapa pertimbangan akhirnya perusahaannya merilis untuk mutasi ke P.<span id="more-398"></span></p>
<p>hati ini senang sekali menyambutnya. dia yang saya nantikan.saya mulai menggambar masa depan dengan segala bayanganyang akan dimulai bersama dirinya. kami secara intens bertemu setiap hari, saya seperti menemukan dunia baru dengan mengenali kepribadiannya. penyayang, perhatian, dan lembut.wajahnya membuat saya tenang, senyumnya sekilas menghapus lelah. dia datang disaat yang tepat,kesendirian ini menapaki ujungnya.</p>
<p>saya pun dengan yakin mulai merencanakan &#8216;the real future&#8217; bersamanya, saya mengatakan hidup ini akan damai bila dilewati bersamamu, begitu indahnya bila membayangkan nantinya ada teriakan seorang anak kecil diantara kita berdua.</p>
<p>langit akan tersenyum melihat kita. namun ada yang janggal saat saya membicarakan tentang itu, wajahnya seakan menyimpan sesuatu, tp<br />
berat untuk diucapkan. hingga suatu waktu akhirnya dia mulai menjawab pertanyaan yang ada di batin saya. dia mengatakan; saya tidak lagi &#8220;utuh&#8221;, dan dia menceritakan semua masa lalu yang begitu sulit diterima dalam batin ini.</p>
<p>Dia tidur dengan kekasih2 sebelumnya. sesak rasanya udara disekitar saya. dalam waktu yang singkat semua impian seperti melebur tak berbentuk. hidup dan mati hanya berbeda tipis. dia memang pernah berkata kepada saya sebelum mutasi ke kota P, &#8220;kamu jangan berubah yah&#8221;.</p>
<p>batasan berubah buat saya pada saat itu adalah kondisi fisik karena kita memang belum pernah bertemu secara langsung. dan saya menjawab &#8220;tidak akan berubah&#8221; tapi ternyata yang dia maksud adalah kenyataan yang sungguh pahit.saya sangat mencintainya.namun bayangan buruk ituselalu menghantui jiwa saya,</p>
<p>semua keindahan serasa beku dalam detik-detik yang saya lewati, dan raut wajahnya seakan tidak ada penyesalan dan meminta maaf,yang selalu ada hanya tatapan dingin dengan disertai ucapan &#8220;silahkan bila kau berubah setelah mengetahui ini semua&#8221;</p>
<p>saya hilang arah.. i really need helps.. i have no one to talk.. apa yang harus saya lakukan..tetap bersamanya atau meninggalkannya? hidup seperti tidak adil bila saya meninggalkannya karena saya tidak bisa menerima masa lalunya..</p>
<p>Jantung saya berdetak cepat, wajah saya pucat, jiwa saya kosong tak bernuansa bila mengingat kenyataan ini. bantu saya.. :&#8217;( :&#8217;( :&#8217;(<br />
gambarkan bila bapak/ibu ada diposisi seperti saya..</p>
<p>regards</p>
<p>Jawaban :</p>
<p>Tampaknya anda berada pada posisi yang sangat sulit. Saya bisa bayangkan, jika saya di posisi anda, tentu saya akan merasa bimbang seperti anda. Bisa dimaklumi jika anda memiliki perasaan keberatan atau tidak rela atas masa lalu orang yang anda harapkan akan menjadi pasangan hidup anda.</p>
<p>Kecewa itu pasti tak dapat dihindari, apalagi anda sudah membangun impian masa depan dengannya. Tapi mungkin yang lebih membuat anda kecewa adalah sikap si dia yang nampak tidak ada penyesalan, seolah si dia tidak menghargai dan tidak memahami perasaan anda yang jadi ta menentu akibat mengetahui masa lalunya.</p>
<p>Tapi di sisi lain, si dia yang telah berani mengungkapkan masa lalunya kepada anda berarti telah menaruh kepercayaan penuh kepada anda. Dia telah merasa nyaman dengan anda sehingga berani mengungkapkan masa lalunya yang ‘hitam’ yang mungkin dia sendiri pun sebenarnya tidak menyukai itu, tidak suka jika harus mengungkitnya lagi.</p>
<p>Tetapi, yang dapat saya sarankan&#8230; Anda sebaiknya mengatasi perasaan-perasaan anda ini dulu. Rasa tidak terima, merasa tertipu (mungkin), kecewa, dll.</p>
<p>Perasaan-perasaan negatif seperti ini akan menghambat anda untuk berpikir jernih, membuat anda semakin terlarut dalam kesedihan mendalam. Oleh karena itu, atasi dulu perasaan-perasaan tersebut.</p>
<p>Bila perlu, ambil jarak dulu dari si dia. Beberapa waktu. Tenangkan diri anda. Coba lakukan relaksasi, ini membantu anda untuk rileks, dan melegakan perasaan.</p>
<p>Setelah perasaan anda reda, dan anda merasa siap berpikir jernih&#8230;coba tanyakan pada diri sendiri, “apakah anda BERSEDIA MENCOBA   <strong>menerima</strong> dan <strong>memafkan</strong> masa lalunya.” Artikel saya di blog <a href="http://www.sahabawanita.com/">www.sahabawanita.com</a> berjudul : <em><a href="http://www.sahabatwanita.com/berdamai-dengan-kenangan-masa-lalu" target="_blank"><strong>berdamai dengan kenangan masa lalu</strong></a> </em>mungkin dapat sedikit  membantu anda..</p>
<p>Anda hanya perlu mencoba menerima, dan memafkan. Tidak harus berhasil, tetapi <strong>bersedialah mencoba</strong>. Kalau anda telah sekuat tenaga, hati dan pikiran mencoba menerima dan memaafkan masa lalunya tapi tidak berhasil, tidak apa-apa. Risikonya adalah anda sakit hati (patah hati).</p>
<p>Toh, jika anda tidak jadi melanjutkan hubungan, si dia tampaknya dapat menerima bukan?. Selanjutnya, anda akan mencari upaya untuk mengatasi rasa patah hati.</p>
<p>Menerima dan memaafkan ini penting, Jangan sampai, jika anda melanjutkan hubungan, anda masih <strong>setengah hati </strong> menerima dirinya. Jangan sampai jika anda menikah dengannya, anda masih menyimpan rasa cemburu atau rasa apapun itu (perasaan negatif, maksudnya) yang mana hal itu dapat merusak hubungan anda.</p>
<p>Mungkin akan terjadi anda membayangkan si dia bercinta dengan lelaki lain, saat anda berdua sedang bermesraan. Saya juga punya klien seperti itu lho, dia cemburu pada istrinya yang mantan janda.</p>
<p>Sesaat setelah mereka selesai bercinta, sang suami berkata,”aku puas sekali dengan kamu, apakah kamu juga melayani suamimu yang dulu seperti ini?”. Jangan sampai pertanyaan ini pula yang akan anda lemparkan pada si dia, saat anda bermesraan.</p>
<p>Jika anda berhasil menerima dan memafkan masa laluya,  Coba telaah kembali hubungan anda, jawab pertanyaan berikut :</p>
<ol>
<li>Apakah anda merasa menemukan banyak kecocokan dengannya?<br />
Memutuskan menikah haruslah dilandasi banyak kecocokan antara dua pribadi. Tanpa kecocokan, kesamaan visi dan misi dalam membangun hidup bersama maka membina hubungan yang serius akan sulit dilakukan.</p>
<p>Bahkan hubungan yang dilandasi dengan kecocokan pun pada tengah perjalanan akan mengalami konflik, tidak lain karena manusia adalah makhluk yang terus tumbuh dan berkembang sampai akhir hayat.</p>
<p>Itu artinya, meski sudah dilandasi kecocokan, masih selalu ada kemungkinan untuk muncul perbedaan-perbedaan di tengah jalan. Diperlukan penyesuaian diri terus-menerus antar dua manusia yang memutuskan menjadi pasangan hidup.</li>
<li>Apakah anda melihat ada usaha dari si dia untuk memperbaiki diri?<br />
Anda ingin membangun kehidupan bersamanya, ingin memiliki anak-anak dari si dia, dst. Tentunya anda ingin dia juga dapat menjadi panutan bagi anak-anak anda kelak. Bukankah anda tidak pernah  membayangkan anak-anak anda menempuh jalan hidup yang kelam.</p>
<p>Jika anda melihat ada usaha dari si dia untuk memperbaiki diri ke arah yang lebih baik, maka jangan tutup pintu hati anda untuknya</p>
<p>Jika anda menjawab ya pada dua pertanyaan tersebut, maka anda dapat melanjutkan hubungan anda berdua. Tetapi ada juga yang anda pertimbangkan yaitu mengenai kesehatan. Anda mengatakan, si dia pernah tidur dengan kekasih-kekasihnya dulu.</p>
<p>Pasti anda tahu risikonya kan. Misalnya terinfeksi IMS (Infeksi Menular Seksual), dan HIV/Aids. IMS dapat diketahui secara dini, tetapi HIV/Aids seringkali munculnya belakangan setelah beberapa tahun kemudian.</li>
<li>Pertimbangkan juga risiko ini bagi diri anda. Anda tidak mau kan jika anda dan anak-anak tertular IMS, HIV/Aids. Barangkali itulah yang dapat saya kemukakan, semoga dapat menjadi bahan pertimbangan anda dalam mengambil keputusan.</li>
</ol>
<p>Apapun keputusan yang anda buat&#8230;.buatlah dalam keadaan pikiran jernih agar kelak tak menyesalinya. Semoga bermanfaat.    Salam.</p>
<p><em>Sumber Gambar : brika005.blogspot.com</em></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.sahabatwanita.com/i-need-help/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Berdamai Dengan Kenangan Masa Lalu (2)</title>
		<link>http://www.sahabatwanita.com/berdamai-dengan-kenangan-masa-lalu-2-2</link>
		<comments>http://www.sahabatwanita.com/berdamai-dengan-kenangan-masa-lalu-2-2#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 08 May 2010 00:59:21 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Keluarga]]></category>
		<category><![CDATA[kebahagiaan hidup]]></category>
		<category><![CDATA[kenangan buruk masa lalu]]></category>
		<category><![CDATA[masalah kehidupan rumah tangga]]></category>
		<category><![CDATA[problematika hidup]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.sahabatwanita.com/?p=393</guid>
		<description><![CDATA[Pada tulisan terdahulu kita telah membahas Berdamai dengan Masa lalu 1, sekarang akan kami berikan terapi untuk mengatasinya . Cobalah cara sederhana berikut ini untuk mendapatkan kebahagiaan baru dalam hidup kita saat mengalami peristiwa yang membuat kita merasa tidak berdaya, &#8230; <a href="http://www.sahabatwanita.com/berdamai-dengan-kenangan-masa-lalu-2-2">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://www.sahabatwanita.com/wp-content/uploads/2010/05/Masa-Lalu.jpg"><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-481" title="Masa Lalu" src="http://www.sahabatwanita.com/wp-content/uploads/2010/05/Masa-Lalu-150x150.jpg" alt="" width="150" height="150" /></a>Pada tulisan terdahulu kita telah membahas <a href="http://www.sahabatwanita.com/berdamai-dengan-kenangan-masa-lalu" target="_blank"><strong>Berdamai dengan Masa lalu 1</strong></a>, sekarang akan kami berikan terapi untuk mengatasinya .</p>
<p>Cobalah cara sederhana berikut ini untuk mendapatkan kebahagiaan baru dalam hidup kita saat mengalami peristiwa yang membuat kita merasa tidak berdaya, sedih dan tertekan :<span id="more-393"></span><strong> </strong><strong> </strong></p>
<ol>
<li><strong> </strong><strong>Latihlah untuk rileks</strong><br />
Tarik nafas pelan-pelan, tahan 2 detik dalam paru-paru lalu hembuskan melalui mulut. Ulangi beberapa kali sampai Anda merasa tenang dan nyaman.</p>
<p>10 kali tarikan-hembusan. Latihan Pernafasan ini biasanya dapat pula diikuti dengan gerakan tubuh seperti : kedua lengan lurus kedepan kemudian diputar-putar dari depan ke samping badan.</li>
<li><strong> </strong><strong>Bayangkan</strong><br />
Setelah Anda dapat melakukan pernafasan rileks ini, perlahan-perlahan dan sedikit demi   sedikit bayangkan kembali peristiwa di masa lalu yang sampai saat ini masih Anda rasa begitu menyakitkan.</p>
<p>Mulailah dari peristiwa yang kadar menyakitkannya paling ringan. Demikian terus selanjutnya sampai yang terakhir peristiwa yang paling menyakitkan.</li>
<li><strong> </strong><strong>Sadari reaksi yang muncul dari tubuh Anda</strong>.<br />
Biasanya reaksi tubuh yang kita rasakan saat mengingat peristiwa yang tidak menyenangkan dan menekan di masa lalu antara lain : jantung berdebar-debar, berkeringat dingin, pusing, sakit perut, nafas memburu, dan mual.</li>
<li><strong> </strong><strong>Praktekkan !</strong><br />
Ketika Anda merasakan ada reaksi tubuh yang muncul segera lakukan gerakan “menarik nafas dan hembuskan” seperti yang telah dipelajari tadi. Bila Anda melakukan gerakannya secara benar, Anda akan mendapatkan perasaan tenang, nyaman dan perasaan dapat mengendalikan diri.</li>
</ol>
<p><strong>Temukan Kebenaran</strong></p>
<ul>
<li> Setelah dapat menguasai reaksi tubuh yang muncul jika perasaan tidak menyenangkan yang berasal dari ingatan akan peristiwa di masa lalu, mulailah menemukan kebenarannya.</li>
<li>Tuliskan apa saja yang anda pikirkan ketika mengingat peristiwa menyakitkan atau memalukan ataupun peristiwa apa saja yang membuat Anda merasa tidak nyaman.</li>
</ul>
<p>Sebagai contoh, Sinta merasakan tertekan luar biasa setelah mengetahui suaminya menikah lagi secara siri dengan wanita lain, maka yang ia tuliskan mengenai pikirannya ketika mengingat peristiwa itu antara lain : aku tidak berharga lagi di mata suamiku, aku sudah tidak cantik lagi, akulah penyebab kenapa suamiku menikah lagi karena selama ini kurang memperhatikan kebutuhan seksualnya…dan sebagainya</p>
<p>Pikiran semacam ini bisa jadi benar namun tidak menutup kemungkinan ini hanyalah pikiran yang terlalu berlebihan tanpa didasarkan pada kenyataan. Hal ini dikarenakan terkadang kita memang menutup mata terhadap kenyataan, lalu membuat kesimpulan untuk memuaskan perasaan sendiri, misalnya merasa puas dengan menyalahkan diri sendiri atau merasa memang kitalah  yang harus dianggap salah dalam hal ini.</p>
<p>Jika pikiran seperti ini yang muncul, maka cara menguraikannya  adalah : Sinta harus melihat secara obyektif apakah dia memang sudah tidak cantik lagi? kemudian apakah dia yang bersalah dalam pengambilan keputusan suaminya untuk menikah lagi? Tentu tidak seratus persen benar.</p>
<p>Mungkin benar bahwa suami Sinta tidak tertarik lagi padanya, tapi kenapa suaminya menikah lagi penyebabnya ada bermacam-macam, misalnya ketertarikan yang kuat kepada wanita lain karena dianggap memiliki ‘sesuatu’ yang berbeda dengan yang dimiliki istrinya sehingga pilihan menikah lagi adalah usaha untuk ‘mengoleksi kebaikan sifat wanita’.</p>
<p>Atau pilihan menikah lagi adalah sebagai bentuk ketertarikan suami Sinta untuk mengikuti <em>trendsetter </em> pernikahan saat ini yaitu poligami. Nah, dengan berusaha berpikir dari sudut pandang lain maka Sinta dapat mengubah pandangannya yang negatif terhadap diri sendiri namun dapat melihat bahwa apa yang ada secara lebih obyektif alias sesuai kenyataan.<em> </em></p>
<p><em> </em></p>
<p><em> </em></p>
<table style="height: 14px;" cellspacing="0" cellpadding="0" width="1">
<tbody>
<tr>
<td align="left" valign="top"></td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p>Dengan menguraikan masalah seperti pengalaman Sinta tadi Anda pun dapat menguraikan sendiri masalah Anda, tanpa harus mengorbankan diri sendiri dalam perasaan yang tidak nyaman.</p>
<p>Bertahan terus menerus dalam perasaan yang tidak nyaman membutuhkan energi yang luar biasa besar, hal ini akan menguras sumber energi Anda dan berpotensi untuk menimbulkan gangguan fisik seperti penyakit maag, migrain, asma, dan resiko terhadap <a href="http://www.sahabatwanita.com/cara-mudah-mengatasi-masalah-stres-anda" target="_blank"><strong>stress</strong></a> dan <a href="http://www.sahabatwanita.com/waspada-gejala-depresi" target="_blank"><strong>depresi</strong></a> ataupun gangguan psikis lainnya.</p>
<p>Nah, apabila gangguan yang ditimbulkan oleh tekanan permasalahan itu sudah dirasa berat dan menghambat Anda dalam merawat diri sendiri (malas mandi, tak ada selera makan, sulit tidur, atau tidak dapat berkonsentrasi) dan  menghambat Anda dalam berinteraksi dengan orang lain.</p>
<p>Maka segera hubungi Psikolog terdekat untuk mendapatkan bantuan. Mereka akan sangat terbuka dan respek pada permasalahan Anda. Jangan tunggu sampai Anda benar-benar merasa sangat <a href="http://www.sahabatwanita.com/waspada-gejala-depresi" target="_blank"><strong>depresi</strong></a>.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.sahabatwanita.com/berdamai-dengan-kenangan-masa-lalu-2-2/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
