Salam,
berawal dari berkenalan dari telepon (salah satu teman kantor saya mengenalkannya) saat itu lokasi saya berada di kota P, dan dia berada di kota L.
hubungan kami bertahap berkembang dan semakin dekat, saya mengajaknya untuk pindah ke kota P,karena kebetulan perusahaan tempatnya bekerja memiliki cabang di kota P .setelah beberapa pertimbangan akhirnya perusahaannya merilis untuk mutasi ke P.
hati ini senang sekali menyambutnya. dia yang saya nantikan.saya mulai menggambar masa depan dengan segala bayanganyang akan dimulai bersama dirinya. kami secara intens bertemu setiap hari, saya seperti menemukan dunia baru dengan mengenali kepribadiannya. penyayang, perhatian, dan lembut.wajahnya membuat saya tenang, senyumnya sekilas menghapus lelah. dia datang disaat yang tepat,kesendirian ini menapaki ujungnya.
saya pun dengan yakin mulai merencanakan ‘the real future’ bersamanya, saya mengatakan hidup ini akan damai bila dilewati bersamamu, begitu indahnya bila membayangkan nantinya ada teriakan seorang anak kecil diantara kita berdua.
langit akan tersenyum melihat kita. namun ada yang janggal saat saya membicarakan tentang itu, wajahnya seakan menyimpan sesuatu, tp
berat untuk diucapkan. hingga suatu waktu akhirnya dia mulai menjawab pertanyaan yang ada di batin saya. dia mengatakan; saya tidak lagi “utuh”, dan dia menceritakan semua masa lalu yang begitu sulit diterima dalam batin ini.
Dia tidur dengan kekasih2 sebelumnya. sesak rasanya udara disekitar saya. dalam waktu yang singkat semua impian seperti melebur tak berbentuk. hidup dan mati hanya berbeda tipis. dia memang pernah berkata kepada saya sebelum mutasi ke kota P, “kamu jangan berubah yah”.
batasan berubah buat saya pada saat itu adalah kondisi fisik karena kita memang belum pernah bertemu secara langsung. dan saya menjawab “tidak akan berubah” tapi ternyata yang dia maksud adalah kenyataan yang sungguh pahit.saya sangat mencintainya.namun bayangan buruk ituselalu menghantui jiwa saya,
semua keindahan serasa beku dalam detik-detik yang saya lewati, dan raut wajahnya seakan tidak ada penyesalan dan meminta maaf,yang selalu ada hanya tatapan dingin dengan disertai ucapan “silahkan bila kau berubah setelah mengetahui ini semua”
saya hilang arah.. i really need helps.. i have no one to talk.. apa yang harus saya lakukan..tetap bersamanya atau meninggalkannya? hidup seperti tidak adil bila saya meninggalkannya karena saya tidak bisa menerima masa lalunya..
Jantung saya berdetak cepat, wajah saya pucat, jiwa saya kosong tak bernuansa bila mengingat kenyataan ini. bantu saya.. :’( :’( :’(
gambarkan bila bapak/ibu ada diposisi seperti saya..
regards
Jawaban :
Tampaknya anda berada pada posisi yang sangat sulit. Saya bisa bayangkan, jika saya di posisi anda, tentu saya akan merasa bimbang seperti anda. Bisa dimaklumi jika anda memiliki perasaan keberatan atau tidak rela atas masa lalu orang yang anda harapkan akan menjadi pasangan hidup anda.
Kecewa itu pasti tak dapat dihindari, apalagi anda sudah membangun impian masa depan dengannya. Tapi mungkin yang lebih membuat anda kecewa adalah sikap si dia yang nampak tidak ada penyesalan, seolah si dia tidak menghargai dan tidak memahami perasaan anda yang jadi ta menentu akibat mengetahui masa lalunya.
Tapi di sisi lain, si dia yang telah berani mengungkapkan masa lalunya kepada anda berarti telah menaruh kepercayaan penuh kepada anda. Dia telah merasa nyaman dengan anda sehingga berani mengungkapkan masa lalunya yang ‘hitam’ yang mungkin dia sendiri pun sebenarnya tidak menyukai itu, tidak suka jika harus mengungkitnya lagi.
Tetapi, yang dapat saya sarankan… Anda sebaiknya mengatasi perasaan-perasaan anda ini dulu. Rasa tidak terima, merasa tertipu (mungkin), kecewa, dll.
Perasaan-perasaan negatif seperti ini akan menghambat anda untuk berpikir jernih, membuat anda semakin terlarut dalam kesedihan mendalam. Oleh karena itu, atasi dulu perasaan-perasaan tersebut.
Bila perlu, ambil jarak dulu dari si dia. Beberapa waktu. Tenangkan diri anda. Coba lakukan relaksasi, ini membantu anda untuk rileks, dan melegakan perasaan.
Setelah perasaan anda reda, dan anda merasa siap berpikir jernih…coba tanyakan pada diri sendiri, “apakah anda BERSEDIA MENCOBA menerima dan memafkan masa lalunya.” Artikel saya di blog www.sahabawanita.com berjudul : berdamai dengan kenangan masa lalu mungkin dapat sedikit membantu anda..
Anda hanya perlu mencoba menerima, dan memafkan. Tidak harus berhasil, tetapi bersedialah mencoba. Kalau anda telah sekuat tenaga, hati dan pikiran mencoba menerima dan memaafkan masa lalunya tapi tidak berhasil, tidak apa-apa. Risikonya adalah anda sakit hati (patah hati).
Toh, jika anda tidak jadi melanjutkan hubungan, si dia tampaknya dapat menerima bukan?. Selanjutnya, anda akan mencari upaya untuk mengatasi rasa patah hati.
Menerima dan memaafkan ini penting, Jangan sampai, jika anda melanjutkan hubungan, anda masih setengah hati menerima dirinya. Jangan sampai jika anda menikah dengannya, anda masih menyimpan rasa cemburu atau rasa apapun itu (perasaan negatif, maksudnya) yang mana hal itu dapat merusak hubungan anda.
Mungkin akan terjadi anda membayangkan si dia bercinta dengan lelaki lain, saat anda berdua sedang bermesraan. Saya juga punya klien seperti itu lho, dia cemburu pada istrinya yang mantan janda.
Sesaat setelah mereka selesai bercinta, sang suami berkata,”aku puas sekali dengan kamu, apakah kamu juga melayani suamimu yang dulu seperti ini?”. Jangan sampai pertanyaan ini pula yang akan anda lemparkan pada si dia, saat anda bermesraan.
Jika anda berhasil menerima dan memafkan masa laluya, Coba telaah kembali hubungan anda, jawab pertanyaan berikut :
- Apakah anda merasa menemukan banyak kecocokan dengannya?
Memutuskan menikah haruslah dilandasi banyak kecocokan antara dua pribadi. Tanpa kecocokan, kesamaan visi dan misi dalam membangun hidup bersama maka membina hubungan yang serius akan sulit dilakukan.Bahkan hubungan yang dilandasi dengan kecocokan pun pada tengah perjalanan akan mengalami konflik, tidak lain karena manusia adalah makhluk yang terus tumbuh dan berkembang sampai akhir hayat.
Itu artinya, meski sudah dilandasi kecocokan, masih selalu ada kemungkinan untuk muncul perbedaan-perbedaan di tengah jalan. Diperlukan penyesuaian diri terus-menerus antar dua manusia yang memutuskan menjadi pasangan hidup.
- Apakah anda melihat ada usaha dari si dia untuk memperbaiki diri?
Anda ingin membangun kehidupan bersamanya, ingin memiliki anak-anak dari si dia, dst. Tentunya anda ingin dia juga dapat menjadi panutan bagi anak-anak anda kelak. Bukankah anda tidak pernah membayangkan anak-anak anda menempuh jalan hidup yang kelam.Jika anda melihat ada usaha dari si dia untuk memperbaiki diri ke arah yang lebih baik, maka jangan tutup pintu hati anda untuknya
Jika anda menjawab ya pada dua pertanyaan tersebut, maka anda dapat melanjutkan hubungan anda berdua. Tetapi ada juga yang anda pertimbangkan yaitu mengenai kesehatan. Anda mengatakan, si dia pernah tidur dengan kekasih-kekasihnya dulu.
Pasti anda tahu risikonya kan. Misalnya terinfeksi IMS (Infeksi Menular Seksual), dan HIV/Aids. IMS dapat diketahui secara dini, tetapi HIV/Aids seringkali munculnya belakangan setelah beberapa tahun kemudian.
- Pertimbangkan juga risiko ini bagi diri anda. Anda tidak mau kan jika anda dan anak-anak tertular IMS, HIV/Aids. Barangkali itulah yang dapat saya kemukakan, semoga dapat menjadi bahan pertimbangan anda dalam mengambil keputusan.
Apapun keputusan yang anda buat….buatlah dalam keadaan pikiran jernih agar kelak tak menyesalinya. Semoga bermanfaat. Salam.
Sumber Gambar : brika005.blogspot.com
Sebaiknya kalau memang ragu batalkan niat anda itu,saya pernah alami sendiri.ketika mau menikah saya ragu dengan pergaulannya tapi ketika mau menikah dengan berbelit belit akhirnya dia bersumpah atas nama tuhan yg kita yakini,tapi waktu malam pertama kami tidak pernah ada tanda tanda keperawanan baik secara fisik maupun psikologis sbg manusia mengalami hal pertama seumur hidupnya.
Saya kecewa,ditipu dan dibodohi.karena sudah terlanjur maka saya berusaha menerima sedang istri saya kalau saya tanya jawabnya emosi,diam dan berusaha menyerang kembali tanpa bukti.Sudah hampir 2tahun lamanya saya mencoba menerima kenyataan pahit karena hubungan malam pertama itu berbuah anak satu yang sangat saya cintai.Tetapi perasaan emosi dilecehkan itu timbul tenggelam,sampai terkadang saya (maaf) berhubungan badan merasa jijik teringat najis org lain yg pernah menempel ditubuhnya.Saya berusaha untuk mengatasi tapi sangat sulit sekali sampai saat ini,kemampuan secara seksualpun jauh berkurang karena setiap berhubungan badan banyak pikiran jijik melintas dipikiran.
Saat ini rasa tidak terima sedang muncul lagi, saya sudah malas berbicara dengan istri 1minggu lamanya dan entah mau sampai kapan lagi.Saya berharap dia bertanya ada apa?jadi saya bisa tanyakan kebenaran sumpahnya lagi,tapi tidak seperti yang saya harapkan,dia membalas dengan sikap arogan dan malah upload via jejaring sosial siap ganti.Mungkin sebaiknya saya doakan dulu smoga dia menyadari dan diberi petunjuk kalau tindakannya melukai,menjebak orang lain yg tidakbersalah kepadanya sehingga harus memakan buah simalakama.
Sekedar sharing saja,buat renungan yang lain.tks