Mengajarkan Bahasa Isyarat pada Bayi

Pada umumnya anak-anak mulai berkomunikasi secara verbal antara usia 12 bulan sampai 15 bulan. Dibawah usia sebelumnya, kebanyakan belum dapat mengartikulasikan suatu kata pembentuk bahasa secara verbal. Lalu bagaimana cara anak –anak berkomunikasi dengan orangtuanya jika mereka belum lancar berbicara?

Bahasa isyarat hanya dapat digunakan oleh orang-orang yang memiliki keterbatasan mendengarkan dan berbicara , tetapi dewasa ini dapat dipakai untuk melakukan komunikasi dua arah dengan anak-anak yang belum dapat berbicara dengan lancar.

Metode ini membuat anak termotivasi berbicara tanpa khawatir bahwa bahasa isyarat memperburuk komunikasi secara verbal. Cara ini menyebabkan anak disamping mengerti bahasa isyarat, juga diajarkan memverbalkan bahasa seiring kemampuan memproduksi kata pada masa perkembangan.

Berikut beberapa fakta hasil penelitian yang mengungkapkan keuntungan serta efektiftas penggunaan teknik bahasa isyarat pada usia dini :

  1. Anak yang diajarkan bahasa isyarat pada usia 24 bulan, dapat berbicara lancar pada usia 27-28 bulan dibandingkna anak yang tidak diajari bahasa isyarat. Dan diketahui juga bisa menyusun kalimat lebih panjang.
  2. Anak usia 36 bulan yang diajarkan bahasa isyarat, kemampuan bahasanya meningkat setara dengan kemampuan bahasa anak-anak usia 47 bulan.
  3. Anak berusia 8 tahun berhasil meraih angka 12 poin lebih tinggi dibandingkan dengan anak-anak yang tidak diajarkan bahsa isyarat.

Fakta tersebut semakin meneguhkan kesimpulan bahwa bahasa isyarat dapat menstimulus kemampuan bahasa dan kognitif anak. Anak-anak terlahir dengan sembilan macam kecerdasan diantaranya adalah kecerdasan linguistik. Dengan demikian sangatlah penting orang tua untuk sedini mungkin mengajarkan bahsa isyarat sebagai pintu gerbang kemampuan bahasa anak.

Tidak ada batasan usia untuk mengawali pengajaran teknik bahasa. Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam penyajian teknik bahasa isyarat pada anak antara lain :

  1. Usahakan anda dan anak melakukan kontak mata yang intens selama melakukan pembelajaran bahasa isyarat dan harus dalam satu level kontka mata yang sama.
  2. Ketika anak melakukan kesalahan janagan tertawakan kesalahannya.
  3. Menggunakan bahasa isyarat sebeleum dan selama sesi pembelajaran berlangsung sambil menyebutkan secara verbal
  4. Lakukan secara berulang aktivitas ini sehingga anak benar-benar memahamai tiap frase yang sednag diajarkan orangtuanya
  5. Konsistensi dalam mengenalkan frase sangat dibutuhkan, karena bila materi diganti-ganti sebelum anak memahami akan membuat si anak bingung dengan konsep materi yang diajarkan.
  6. Ajarkan materi bahsa yang sering digunakan anak terlebih dahulu, seperti minum susu, menginginkan mainan atau makanan.
  7. Buat dafatar materi yang harus diajarkan pada anak, lalu lakukan evaluasi terhadap setiap perkembangan yang muncul
  8. Gunakakn teknik gerakan tubuh yang tidak terlalu sulit digunakan oleh anak-anak anda.

Selamat Mencoba semoga anak anda mendapat stimulus yang cukup untuk kecakapan kemampuan linguistiknya.

Incoming search terms:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>