Menghadapi Pacar Cemburu, Egois, dan Posesif

Terima kasih sebelumnya. Nama saya R , saya seorang wanita dengan  umur 21 thn dan  masalah saya sbb :

Saya mempunyai pacar berusia 25 thn. Dia seorang yg posesif ,egois dan cemburuan. Saya sdh menjalani hubungan selama 2 thn. dan sekarang saya dan dia ingin melanjutkan kearah pernikahan.

Tapi saya khawatir sesudah nikah sifat pacar saya tidak berubah. Masalah yg sering datang saya sadari krna komunikasi yg kurang. Entah knpa pacar saya sangat cuek atau mgkn tdk peduli dngan saya. contohnya,dia sangat jarang sms tw telp.

klw pun ada komunikasi itu krna sy yg telp / sms dia. selebihnya tdk ada. Saya sdh membahas mslh ini dngn dia,tp alasan dia ” lebih baik sms/telp-an atau dia datang kerumah? “. Memang dlm 1 minggu dia bisa dtng 3x, tp masa selebihnya saya tdk tahu keberadaan dia..??

alasan lainnya tdk ada pulsa. Ya sudah saya mengalah. Lalu dia sangat pencemburu, saya punya akun Facebook dan sekarang2 dia menyuruh saya utk menon-aktifkan FB saya. Alasanya krna tkt saya selingkuh.

Padahal dia tahu siapa saja teman saya dan untuk lebih jelasnya saya kasih Password saya. Tp dia tetap ingin utk saya tdk usah pnya FB. Padahal dia sendiri pnya FB walaupun jarang dipakai. tapi kan tetap tdk adil..???

Saya pernah curhat masalah ini dngn sahabat saya. Jawaban dari dia knpa ga putus aja..??? Sekilas memang ada pikiran saya utk mengakhiri, tp saya sdh terlalu jauh dngn dia. Dan saya sayang dia.

Dalam hal kekeluargaan, saya juga sdh sering diajak ke rumah Orang Tuanya dan saudara2nya. Dia pun sdh sering menginap dirumah saya. Dan banyak tetangga yg tanya kapan nikah..?? Ini yg menjadi pertimbangan saya knpa tdk mau putus.

Masalah baru yg saya hadapi dan belum ada jalan keluarnya yaitu masalah keuangan. Saya memang bekerja dan mempunyai pendapatan sendiri. Entah apa mungkin pacar saya itu pelit / mau nabung utk nikah, selama ini dia tidak ada pemikiran utk mengerti kebutuhan2 saya.

Sekarang dia ingin melamar saya dan dia tanya adat / tradisi keluarga saya seperti apa? Saya dari suku Betawi dan saya jelaskan semuanya. Mungkin dia keberatan / ga tahu pikiranya apa yg pasti masalah yg dtng sekarang2 ini ga jauh dr persoalan keuangan.

Mungkin dia keberatan dngn adat saya yg banyak aturan, tp mau bagaimana sdh tradisi. Saya mengerti, dia membiayai kehidupanya sendiri bahkan utk menikah pun sendiri, tp saya bilang kita sama-sama menabung.

Saya sdh terbuka untuk masalah keuangan saya / utk apa saja uang saya, tapi klw dia sepertinya masih ada yg disembunyikan dari saya. ini yg membuat saya bingung, apa sampai berumah tangga nanti masih seperti ini..??mungkin ini saja pertanyaan dari saya.. saya mohon jawabanya.
Terima Kasih.

Jawaban :

Mbak R,

Terimakasih atas kepercayaan anda menyampaikan permasalahan anda kepada kami.

Tentunya saat ini anda sedang dilanda kebimbangan menyikapi pacar anda.Anda tidak sendiri, Saya juga punya teman yang memiliki pacar yang posesif seperti pacar anda.

Bahkan pacar teman saya itu sering melukai diri dengan menusuk-nusukkan sendok ke dahinya jika teman saya ingin berpisah karena sudah tidak tahan dengan keposesifan pacarnya itu. Mudah-mudahan pacar anda tidak seperti ini ya.

Sebelum memutuskan menikah ada banyak hal yang perlu dipersiapkan. Salah satunya adalah penyesuaian diri antara kedua pasangan dan persiapan finansial untuk pernikahan & untuk kehidupan setelah menikah.

Masa pacaran merupakan saat paling pas untuk saling mempelajari karakter masing-masing. Sekedar gambaran saja, saya punya kenalan yang menikah untuk kedua kalinya dengan seorang duda yang belakangan baru diketahuinya ternyata sangat posesif.

Kenalan saya sangat tersiksa karena suami keduanya itu selalu memeriksa inbox di hpnya, menanyai kemana saja ia pergi dan ketemu dengan siapa saja pada hari itu. Bahkan jika mereka pergi ke kota tempat suami bekerja (kebetulan suaminya bekerja di luar kota), kenalan saya dilarang pergi keluar rumah meskipun hanya sekedar membeli makanan.

Bayangkan betapa tersiksanya hidup dalam situasi demikian. Pertimbangkan apakah pacar anda berpotensi untuk berperilaku seperti itu di kemudian hari. Jika pacar anda berpotensi berperilaku demikian, pikirkan apakah anda sanggup menerimanya atau tidak.

Mbak R, Ada beberapa sifat dan kebiasaan pria yang tidak dapat diterima oleh wanita demikian pula sebaliknya. Dalam buku Men are from mars and women are from venus, salah satu contoh perilaku pria yang dipertanyakan oleh wanita adalah pria tidak menelpon wanita setelah sebelumnya mereka bertemu (misalnya makan malam).

Sementara wanita menanti-nanti telepon dari si pria, si pria tenang-tenang saja seolah tidak ada masalah apa-apa. Pria menganggap menelpon tidak penting. Itu hanya salah satu contoh mengapa suatu masalah yang tampak penting bagi wanita ternyata tidak penting bagi pria begitu pula sebaliknya.

Perbedaan ini tidak hanya mencakup antara pria dan wanita, secara umum pun berlaku demikian, ada sesuatu hal yang dianggap penting bagi seseorang ternyata dianggap tidak penting oleh orang lain.

Dengan gambaran ini, saya harap anda bisa memandang suatu persoalan dari sudut pandang yang berbeda, mencoba memahami sudut pandang pacar anda dalam melihat suatu permasalahan, daripada hanya berpikir nagatif menganggap pacar anda tidak peduli atau tidak memahami anda jika ia tidak mau menelpon atau sms anda.

Termasuk juga dalam menilai apakah pacar anda betul-betul serius ingin melanjutkan hubungan ke arah pernikahan atau tidak. Keterbukaan seorang pria dalam hal keuangan kepada wanita bukan ukuran apakah pria serius menikah atau tidak.

Akan lebih baik jika anda mencari tahu tentang keseriusan pacar anda untuk menikah dari teman-temannya, supaya anda bisa melihat secara lebih obyektif. Misalnya dengan menayakan kepada temannya persiapan apa saja yang dilakukan pacar, apakah pacar anda itu mengalami perubahan menjelang pernikahan anda (misalnya jadi lebih antusias menjalani hari-hari, sering terlihat lebih ceria, dll)

Apa yang disampaikan di atas dapat menjadi pertimbangan anda sebelum memutuskan akan melanjutkan hubungan dalam pernikahan atau tidak. Janganlah hanya karena anda ”sudah terlalu jauh dengan dia” anda menjadi terpaksa menikah dengannya padahal banyak hal darinya yang sulit anda terima.

Sadarilah bahwa jika anda menikah dengannya, maka itu akan berlangsung untuk waktu yang lama (tidak sesaat). Jangan hanya karena sudah ’terlalu jauh’, anda mengorbankan masa depan pernikahan anda.

Jika akhirnya anda memutuskan untuk tidak melanjutkan hubungan dengannya, kelak pengalaman anda dengan pacar akan menjadi pelajaran yang sangat berharga. Untuk lebih berhati-hati dalam perilaku pacaran.

Sumber gambar : hepiofme.blogspot.com

This entry was posted in Tanya Jawab and tagged , , , , , . Bookmark the permalink.

One Response to Menghadapi Pacar Cemburu, Egois, dan Posesif

  1. Shinta Pdf says:

    Artikel yang menarik, tapi susah juga ya kalo punya pacar seperti diatas, posesif dan cemburuan, kalo saya sih gak mau banget punya pacar kayak gitu, bagi saya menikah atau pacaran bukan berarti kita kehilangan kebebasan kita, walau gak sebebas waktu kita belum menikah atau pacaran

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>