Terapi untuk Anak Autis

Sebagaimana dibahas pada artikel sebelumya tentang Autismepenyebab autisme masih menjadi perdebatan.

Tetapi beberapa penelitian menyebutkan bahwa penyebab autis adalah multifaktor yakni faktor genetik (kelainan kromosom) dan faktor lingkungan (pengaruh keracunan logam berat pada saluran cerna).

Oleh sebab itu terapi untuk anak autis bermacam-macam, tetapi tidak ada 1 terapi pun yang cocok untuk semua penyandang autis. Sifatnya individual, tiap anak butuh jenis terapi tersendiri. Setiap jenis terapi memerlukan waktu lama dan harus dilakukan secara terpadu.

Berikut ini beberapa terapi yang paling umum digunakan :

  1. Metode Lovaas
    Terapi ini paling banyak dipakai di Indonesia saat ini. Anak diberi pelatihan khusus dengan metode reward and punisment. Terapis meminta anak melakukan sesuatu tindakan yang spesifik dan konkret, jika anak menurut akan diberi hadiah yang berarti untuknya. Jika tidak menurut, tidak diberi apa-apa. Permintaan terapis ini diulangi sampai berhasil Continue reading

Cara Mengatasi Anak Sulit Makan

Salah satu keluhan terbanyak yang disampaikan orangtua mengenai balita mereka adalah sulit makan. Biasanya orangtua mengeluh anaknya hanya mau makan snack (chiki-chiki), makan dengan kecap dan kerupuk dan minum susu. Jika disuruh makan, selalu saja ada alasan anak untuk menolak. Bahkan seringkali disertai dengan tantrum (rewel, mengamuk) yang membuat orangtua tidak tega sehingga mengijinkan anak tidak makan.

Seiring makin bertambah besarnya si kecil, maka kebutuhan gizinya makin besar. Tidak lagi cukup hanya dengan minum Asi atau susu formula. Tetapi ia memerlukan makanan yang seimbang, terdiri atas karbohidrat, protein, lemak, mineral dan vitamin. Anak yang sulit makan ditandai dengan berat badan yang kurang dari berat rata-rata anak seusianya, biasanya tampak tidak segar dan rambut berwarna merah seperti rambut pada jagung. Continue reading

Gejala dan Tanda Awal Pada Anak Autisme

Autisme merupakan gangguan perkembangan anak yang pervaif (berat) yang ditandai oleh adanya kelainan yang muncul sebelum usia anak 3 tahun dengan ciri kelainan fungsi dalam tiga bidang yaitu interaksi sosialkomunikasi, dan perilakuyang terbatas dan berulang.

Anak autisme hidup di dunianya sendiri, tidak bisa berkomunikasi secara normal, berhubungan dengan orang lain dan belajar berinteraksi dengan seseorang. Bentuk permainan yang disukai penyandang autisme biasanya permainan yang tidak berubah atau berulang.

Oleh karena itu, mereka membutuhkan stimulasi agar bisa mengembangkan daya kreativitas dan imajinasinya untuk dapat bersosialisasi dengan orang lain. Berbagai ahli yang dapat membantu pengembangannya antara lain: dokter, ahli gizi, perawat, Speech therapy, fisioterapi dan psikologi. Continue reading