Sekilas tentang Terapi untuk Anak Penyandang Autis

Sebagaimana dibahas pada artikel sebelumya tentang Autisme, penyebab autisme masih menjadi perdebatan.

Tetapi beberapa penelitian menyebutkan bahwa penyebab autis adalah multifaktor yakni faktor genetik (kelainan kromosom) dan faktor lingkungan (pengaruh keracunan logam berat pada saluran cerna).

Oleh sebab itu terapi untuk anak autis bermacam-macam, tetapi tidak ada 1 terapi pun yang cocok untuk semua penyandang autis. Sifatnya individual, tiap anak butuh jenis terapi tersendiri. Setiap jenis terapi memerlukan waktu lama dan harus dilakukan secara terpadu.

Berikut ini beberapa terapi yang paling umum digunakan :

  1. Metode Lovaas
    Terapi ini paling banyak dipakai di Indonesia saat ini. Anak diberi pelatihan khusus dengan metode reward and punisment. Terapis meminta anak melakukan sesuatu tindakan yang spesifik dan konkret, jika anak menurut akan diberi hadiah yang berarti untuknya. Jika tidak menurut, tidak diberi apa-apa. Permintaan terapis ini diulangi sampai berhasil
  2. Terapi Okupasi
    Tujuannya untuk melatih motorik halus, pada umumnya perkembangan motorik halus anak autis terlambat, gerakaknnya kaku. Mereka sulit memegang pensil atau sendok. Terapi ini akan melatih otot-otot motorik halus agar anak autis bisa menjadi mandiri
  3. Terapi Fisik
    Selain motorik halus, anak autis juga terganggu pada motorik kasarnya yakni gerakan-gerakan besar. Hal ini karena perkembangan ototnya tidak normal. Keseimbangan anak autis kurang baik, sehingga mereka kadang berjalan dengan kaku, gerakan patah-patah seperti robot. Biasanya anak akan diajarimembangun koordinasi otot misalnya : duduk, berguling, menendang, menangkap bola dan lain-lain.
  4. Terapi Visual
    Pada umumnya anak autis lebih mudah belajar secara visual dengan cara melihat. Hal inilah yang dijadikan dasar uji mengembangkan pembelajaran dengan sistem komunikasi bergambar. Misalnya dengan : pengenalan bentuk-bentuk binatang, buah dan gerakan lewat gambar.
  5. Terapi Biomedik
    Terapi ini dilakukan oleh ahli medis, tujuannya untuk mencari dan mengobati gangguan secraa fisik pada anak autis yang diduga sebagai penyebabnya. Anak autis kadang mengalami gangguan pada fungsi otaknya akibat gangguan metabolisme misalnya keracunan logam berat seperti merkuri dan timbal hitam.
  6. Terapi Integrasi Sensasi
    Terapi ini dapat merangsang koneksi sinapstik yang lebih kompleks. Terapi ini adalah gabungan terapi okupasi dan fisik. Biasanya anak akan dibantu menerapkan kemampuan sesuai dengan keperluan. Misalnya menatur gerak secara tepat ( kapan saatnya duduk, lari dan melompat)

Lamanya terapi dilakukan tergantung tipe autis-nya, kadang –kadang inilah yang menimbulkan orangtua bosan atau frustasi menjalani terapi apalagi biayanya mahal.

Kemudian mendorong orang tua untuk berpindah terapis, justru inilah yang tidak baik, karena berpindah tempat kadang hanya membuat anak menjadi resisten. Dulunya sudah mulai merespon kearah kemajuan bersama terapis lama tetapi berganti terapis maka kemampuan anak yang hampir diperolehnya menjadi hilang.

Orang tua menjadi frustasi juga bisa karena terapi tak kunjung menunjukkan hasil, kunciny memang harus sabar dan telaten, karena anak autis memang terhambat pada perkembangannya, sehingga butuh perlakuan khusus.

Selain itu terapi juga harus didintegrasikan antara terapi psikis dan fisik. Untuk mengendalikan prilakuanak autis selain terapi tersebut diatas juga perlu bantuan ahli gizi dalam mengatur menu makanan. Hal ini tidak lain karena faktor makanan juga berpengaruh terhadap prilaku anak.

Sebagaimana disebutkan bahwa faktor keracunan logam berat dalam pencernaan anak menjadi salah satu faktor autis. Tetapi tidak perlu berkecil hati, karena bila ada perkembangan ke arah baik maka kebutuhan akan terapi pelan-pelan berkurang .

sumber gambar : www.specialfamilies.com

This entry was posted in Psikologi Anak and tagged , , , , , , , . Bookmark the permalink.

8 Responses to Sekilas tentang Terapi untuk Anak Penyandang Autis

  1. abe says:

    aku ngutip artikel ini dan aku posting di ngerumpi.com , terdapat banyak pertanyaan…misal..

    “faktor keracunan logam berat dalam pencernaan anak”

    euhh bisa dijelasin?

    apakah autis itu berbeda dengan degradasi mental?? sepupu sy di vonis degradasi mental, tapi sikapnya kadang2 menunjukkan kecerdasan tertentu

    dan kebetulan ada temen di web saling silang tersebut memiliki anak autis…hmh…bisa dijelasin lebih lanjut mba??? :D

  2. admin says:

    Maaf baru menjawab, oleh karena kesibukan saya sebagai wanita : bekerja di luar, menulis dan merawat keluarga jadi baru sekarang bisa meluangkan waktu memberi jawaban (^_^).

    Seperti telah dikemukakan dalam tulisan di web ini bahwa penyebab autisme memang belum pasti,, ada banyak faktor. Faktor tersebut bisa tunggal bisa lebih dari satu faktor terjadi secara bersama dalam satu individu tapi mungkin pada individu lainnya penyebabnya bisa jadi lain faktor lagi.

    Menurut penelitian medis, salah satu faktor penyebab autisme adalah keracunan logam berat. Logam berat yang dimaksud adalah logam berat bisa berasal dari ikan laut yang terkontaminasi tumpahan minyak atau timah hitam di laut. Ketika ikan dikonsumsi oleh ibu hamil atau dikonsumsi oleh anak, maka bisa berbahaya. Selain itu, semprotan pestisida yang melekat pada sayuran atau buah-buahan yang dimakan dapat juga menjadi FAKTOR PEMBERAT munculnya Autis. Bila kurang puas masalah logam berat bisa berkonsultasi dengan dokter karena ini memang ranah medis.

    Sedangkan mengenai anak autis yang menunjukkan kecerdasan tertentu, memang betul. Beberapa anak autis memang memiliki kelebihan. Ada di antara mereka yang jago main judi roller (apa kae lho sing muter roda???) karena anak autis sangat terpaku pada urutan. Jadi mereka bisanaya jago mengingat hal-hal berkaitan dengan urutan (silahkan nonton kalo gak salah judulnya Rain Man ). Ada juga yang pintar dalam hal hitungan.

    Anak autis beda dengan retardasi mental. Kalo anak autis yang terganggu adalah kemampuan perkembangan sosial,komunikasi dan perilaku. Kalo retardasi mental yang terganggu aalah pada fungsi kognitifnya (intelejensia). Terkadang keduanya menunjukkan gejala yang mirip tapi pd dsrnya beda. Terkadang juga menyandang ganda yaitu autis sekaligus retardasi mental. Tetapi kasus ini jarang terjadi.

    Mending temenmu suruh nglihat blog iki wae :)

  3. abe says:

    hoho…sudah aku rekomend ke temen mba,… :D

    aku taruh juga kok link di bawah artikel :D

    kebetulan kan ada temen blogger yang anaknya autis dan ada beberapa gerakan sosial tentang autism n BFL…

    jadinya yah….hehe…pengen ngerti tentang autisme dan penyembuhanya…

  4. ina says:

    maaf saya mau menambahkan.
    setau saya sebagian besar anak autistik termasuk retardasi mental sekitar 70% dan yg memiliki kecerdasan di ats rata-rata hanya sedikit.

    ” Autisme adalah ganguan perkembangan yang berdampak pada kemampuan berkomunikasi, memahami bahasa, bermain, dan berinteraksi dengan orang lain.

    Autisme merupakan sindrom perilaku, yang definisinya didasarkan atas pola perilaku yang ditunjukkan oleh orang ybs.

    Autisme bukan penyakit, tidak menular, tidak didapat melalui kontak dengan lingkungan.
    Autisme merupakan kelainan neurologis yang dibawa sejak lahir dan selalu terdeeteksi sebelum usia tiga tahun.
    Penyebabnya belum diketahui; diperkirakan karena multi-sebab, yang masing-masing termanifestasikan dalam berbagai bentuk autisme. ” (kutipan dari jurnal zaenal alimin)

    bisa dicari di zaenal alimin tentang autism.

    autism bukan suatu penyakit sehingga tidak dapat disembuhkan, melainkan suatu hambatan yg bisa di minimalisir dan mengoptimalkan kemampuannya.

  5. theo says:

    alo mba,

    saya lg bingung bgt….

    anak saya usia 20bulan, tp blom bs bicara,hanya sesekali bs papi,mami
    tp hanya kadang2 saja.
    pertumbuhannya yg lain seperti tengkurap,merangkak,jalan tergolong normal )
    mslhnya anak saya tdk bs diajarin sama sekali..
    klo diajarin sesuatu lgsg lihat ke arah lain, ga mo dengar yg kt omongin.

    dan kdg dgn org2 yg tidak dikenal, tp negor anak saya, dia nangis dan rewel.
    tiap hari sih ngomongnya cerewet tp bahasa planet.
    dan bahasanya itu berganti trs tiap hari.
    saya bingung mba, dah keabisan akal..

    tp anehnya satu hr di mall dia bs tunjukkin jalan menuju toko mainan yg cuma kita lewati satu kali yaitu 2hr sebelumnya.
    klo mendengar suara teriak org manggil2, dia dah histeris, ketakutan…
    memang sih wkt hamilnya saya sering panik.

    apakah anak saya tergolong autis mba?
    plizz…jawabannya, thx :)

  6. admin says:

    Membaca pemaparan anda, sebetulnya masih banyak informasi penting yang dibutuhkan sebelum menyimpulkan masalah apa yg dialami putra anda. Jangan terburu-buru membuat kesimpulan tanpa melihat langsung (observasi) perilaku putra anda.

    Yang paling menonjol adalah putra anda kemungkinan mengalami terlambat bicara (speech delay). Untuk mengetahui apakah putra anda autis atau tidak, diperlukan data lain dari observasi langsung terhadap perilakunya misalnya : apakah ia tidak bisa melakukan kontak mata dengan orang lain atau hanya menghindari kontak mata atau sebenarnya dapat melakukan kontak mata tetapi sering lepas (tidak dapat mempertahankan kontak mata). Apakah putra anda sangat menyukai bermain di tangga, kipas angin atau objek bergerak yang lain, apakah putra anda bisa bermain peran, dll.

    Saran saya, mumpung masih 20 bulan sebaiknya segera ajak putra anda ke klinik tumbuh kembang terpadu (terdiri dari dokter anak, psikolog, terapis okupasi, terapis wicara, fosoiterapis) yang biasanya ada di RS untuk mendapatkan asesmen lebih lanjut sehingga dapat diberikan penanganan sejak dini.

  7. theo says:

    mba,

    saya dah sering konsultasi dgn dokter anak, yg sejak kecil menangani anak saya.
    tp dokter tsb ragu2 utk membuat kesimpulan.
    krn bila menghadapi orang lain selain orang rumah yg biasa dilihat, anak saya
    malah mengamati orang tersebut.
    dia suka dgn angin yg dia rasakan bukan kipasnya mba..
    kdg qlo keluar rumah ada angin sepoi2, dia tersenyum sendiri sambil merasakan
    angin. dan anak saya naik atau turun tangga karena memang dia mau naik atau turun.
    tidak pernah bermain2 di tangga (naik turun).

    justru yg saya khawatirkan, anak saya suka gendong boneka sambil berbicara
    sendiri..nanti bonekanya disayang2 dan itu udah dr usia 1 thn,
    sdgkn saya lihat anak2 lain sebayanya tidak.

    kalo jalan di mall lantainya berpindah warna,dia ga mau jalan mba tp nangis sambil liat lantainya.
    dia terlalu memperhatikan sesuatu scr detail..
    biasanya anak2 khan cuek ya dgn hal2 kecil, tp justru sebaliknya dgn anak saya
    semut di lantai jg dia perhatiin.

    saya khan bingung jadinya..
    dan merasa udah gagal dalam pola asuh anak saya,
    saya coba deh cari2 info mengenai klinik tumbuh kembang anak .
    makasih lho mba atas jwbnnya…Gbu :)

  8. admin says:

    oke bapak, jika kondisi putra anda demikian kami hanya dapat sampaikan kemungkinan ia mengalami gangguan perkembangan yang termasuk dalam spektrum autisme (ada ciri-ciri autisme disitu) tetapi jangan berkecil hati dulu karena belum tentu diagnosanya murni autisme. oleh karena itu, agar lebih komprehensif pemeriksaan sebaiknya dilakukan secara integrasi antara dokter dan psikolog di tempat anda sebaiknya tidak hanya melibatkan dokter saja. Terima Kasih . Salam

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>