Lompat ke konten
SahabatWanita
Kecantikan

10 Penyebab Jerawat yang Sering Tidak Disadari

Oleh Marni Sumiati26 Juli 202616 menit baca
Perempuan muda mengamati jerawat di wajahnya di depan cermin dengan cahaya pagi yang lembut

Jerawat jarang muncul gara-gara satu hal saja. Biasanya ada beberapa faktor yang menumpuk diam-diam selama berminggu-minggu, lalu keluar bersamaan jadi beruntusan di dahi atau satu benjolan nyeri di rahang. Itu sebabnya banyak orang merasa sudah rajin cuci muka, tapi kulitnya tetap bermasalah.

Masalahnya, penyebab jerawat yang paling sering dibahas cuma empat: hormon, minyak berlebih, bakteri, dan faktor keturunan. Empat-empatnya memang benar, tapi terlalu umum untuk ditindaklanjuti hari ini juga. Yang jarang dibahas justru kebiasaan kecil yang sebetulnya bisa kamu ubah minggu ini.

Jerawat terbentuk ketika pori tersumbat oleh minyak dan sel kulit mati, lalu bakteri Cutibacterium acnes berkembang di dalamnya dan memicu peradangan. Pemicunya bermacam-macam: perubahan hormon, gesekan, produk yang menyumbat pori, keringat yang mengering di wajah, kurang tidur, pola makan tinggi gula, sampai efek samping obat tertentu.

Poin Penting

  • Jerawat butuh dua syarat sekaligus: pori tersumbat dan peradangan. Menghilangkan satu pemicu saja sering tidak cukup.
  • Lokasi jerawat memberi petunjuk soal pemicunya, tapi bukan diagnosis organ dalam.
  • Perubahan kebiasaan baru terlihat hasilnya setelah 6–8 minggu, bukan 3 hari.

Bagaimana Jerawat Terbentuk sampai Terlihat di Permukaan

Sebelum menuduh satu per satu pemicunya, ada baiknya paham dulu urutan kejadiannya. Empat tahap ini berlangsung di dalam pori dan sudah dimulai sekitar dua sampai tiga minggu sebelum jerawatnya kelihatan.

Diagram empat tahap terbentuknya jerawat mulai dari produksi minyak berlebih sampai peradangan
Diagram empat tahap terbentuknya jerawat mulai dari produksi minyak berlebih sampai peradangan
  1. Kelenjar minyak bekerja lebih aktif. Dorongan utamanya hormon androgen, yang naik saat pubertas dan berfluktuasi sepanjang siklus haid.
  2. Sel kulit mati menumpuk di mulut pori. Normalnya sel ini luruh sendiri. Kalau prosesnya melambat, sel-sel itu menempel dan menutup jalan keluar minyak.
  3. Sumbatan terbentuk. Inilah komedo — putih kalau tertutup, hitam kalau ujungnya teroksidasi udara. Belum merah, belum sakit.
  4. Bakteri berkembang dan kulit meradang. C. acnes memang penghuni normal kulit, tapi di dalam pori tersumbat yang kaya minyak ia berkembang cepat. Sistem imun bereaksi, muncullah kemerahan, bengkak, dan nyeri.

Poin pentingnya: tahap 1 dan 2 sudah jalan jauh sebelum kamu melihat apa pun. Jadi jerawat yang muncul hari ini merekam apa yang terjadi pada kulitmu dua-tiga minggu lalu, bukan makanan semalam.

1. Sarung Bantal dan Handuk yang Jarang Diganti

Wajahmu menempel ke sarung bantal enam sampai delapan jam setiap malam. Selama itu, minyak rambut, sisa skincare, keringat, dan sel kulit mati berpindah ke kain, lalu kembali menempel ke pipi malam berikutnya.

Gantilah sarung bantal setiap dua sampai tiga hari kalau kulitmu cenderung berminyak, dan seminggu sekali kalau normal. Handuk wajah lebih rewel lagi: ia lembap berjam-jam di kamar mandi, kondisi yang disukai bakteri dan jamur. Pakai handuk kecil khusus wajah, ganti dua hari sekali, dan jemur di tempat yang kena angin.

Bukti ilmiah untuk kebiasaan ini memang tidak sekuat bukti soal hormon. Tapi mekanismenya masuk akal, biayanya nol, dan tidak ada ruginya dicoba.

2. Layar Ponsel yang Menempel di Pipi

Ponsel berpindah dari meja, tas, sampai kasur, lalu ditempelkan ke pipi selama menelepon. Selain memindahkan kotoran, layar juga menciptakan gesekan dan panas — dua hal yang memperparah peradangan pada jerawat yang sudah ada.

Kalau jerawatmu jelas lebih banyak di satu sisi wajah, coba perhatikan sisi mana yang biasa kamu pakai menelepon. Lap layar dengan tisu alkohol setiap hari dan biasakan pakai earphone untuk panggilan panjang.

3. Produk Skincare yang Bahannya Menyumbat Pori

Ini penyebab yang paling sering luput, karena produknya justru dibeli untuk memperbaiki kulit. Beberapa bahan bertekstur berat cenderung menyumbat pori pada orang yang rentan berjerawat.

BahanBiasanya ada diCatatan
Isopropyl myristate / palmitatePelembap, primer, sunscreen bertekstur licinTermasuk yang skor penyumbatannya paling tinggi
Minyak kelapaCleansing oil, masker buatan sendiriBagus untuk badan, berisiko di wajah berjerawat
Lanolin dan turunannyaPelembap kental, lip balmSering memicu beruntusan di sekitar bibir
Cocoa butterBody butter, pelembap kayaTerlalu berat untuk kulit wajah berminyak
Ekstrak ganggang (algae)Serum "menenangkan"Bisa memicu pada sebagian orang, sering tak disangka

Satu catatan jujur: daftar bahan komedogenik berasal dari uji pada telinga kelinci di tahun 1970-an, jadi hasilnya tidak otomatis berlaku pada kulit manusia. Anggap tabel di atas sebagai daftar tersangka pertama saat kamu menelusuri produk, bukan vonis yang berlaku untuk semua orang.

Cara membaca label dengan cepat

Bahan pada kemasan diurutkan dari kadar terbesar. Kalau salah satu nama di tabel muncul di lima urutan pertama, kandungannya cukup banyak untuk diperhitungkan. Kalau ia ada di baris paling akhir, kadarnya kemungkinan kecil.

4. Cuci Muka Terlalu Sering atau Terlalu Keras

Reaksi wajar saat wajah berjerawat adalah membersihkannya lebih sering, lebih kuat, dan dengan sabun yang bikin kulit terasa "kesat". Justru di situ jebakannya.

Mencuci berlebihan mengikis lapisan pelindung kulit. Kulit yang lapisannya rusak jadi lebih mudah teriritasi, dan iritasi memperkuat peradangan yang sudah terjadi di pori. Sebagian kulit juga membalas dengan memproduksi minyak lebih banyak.

Dua kali sehari sudah cukup — pagi dan malam — ditambah satu kali ekstra setelah berkeringat banyak. Pakai pembersih yang setelah dibilas tidak meninggalkan rasa ketarik. Scrub berbutir kasar sebaiknya dihindari sepenuhnya selama masih ada jerawat meradang, karena butirannya bisa melukai benjolan yang sedang aktif.

5. Terlalu Cepat Berganti Produk Baru

Kulit butuh waktu untuk merespons. Satu siklus pergantian sel kulit berlangsung sekitar 28 hari, dan sumbatan yang sudah terbentuk butuh beberapa minggu lagi untuk keluar. Menilai sebuah produk setelah lima hari sama saja menilai sebelum kerjanya dimulai.

Ada juga fenomena purging: bahan seperti retinoid, AHA, atau BHA mempercepat pergantian sel, sehingga sumbatan yang tadinya masih tersembunyi terdorong keluar sekaligus. Kulit terlihat memburuk padahal produknya bekerja.

Bedanya begini: purging muncul di area yang memang biasa berjerawat, mereda dalam empat sampai enam minggu, dan jerawatnya cepat matang lalu hilang. Reaksi buruk sungguhan muncul di area yang biasanya bersih, sering disertai gatal atau rasa terbakar, dan tidak membaik seiring waktu.

Bagan perbandingan ciri purging dan ciri reaksi buruk produk setelah memakai skincare baru, dua hal yang sering tertukar
Bagan perbandingan ciri purging dan ciri reaksi buruk produk setelah memakai skincare baru, dua hal yang sering tertukar

Aturan praktisnya: satu produk baru setiap dua minggu, dan beri waktu 6–8 minggu sebelum menyimpulkan apa pun. Kalau kamu mengganti empat produk sekaligus lalu kulit memburuk, tidak akan ketahuan mana penyebabnya.

6. Keringat yang Dibiarkan Mengering di Wajah

Iklim Indonesia membuat pemicu satu ini jauh lebih relevan dibanding artikel-artikel terjemahan. Keringat sendiri tidak menyumbat pori, tapi saat menguap ia meninggalkan garam, dan bercampur dengan sisa riasan atau sunscreen menjadi lapisan lengket yang menahan sel kulit mati.

Yang memperberat biasanya kombinasi keringat dan gesekan: tali helm di rahang dan dagu, tepi jilbab di dahi dan pelipis, tali masker di pipi, atau kerah baju di leher. Kondisi ini punya namanya sendiri di dermatologi — acne mechanica.

Kalau kamu naik motor atau memakai jilbab seharian, bilas wajah begitu sampai rumah, jangan menunggu waktu mandi. Bagian dalam helm juga perlu dijemur, dan tali masker kain sebaiknya dicuci tiap hari.

7. Fluktuasi Hormon Menjelang Haid

Sekitar seminggu sebelum haid, kadar estrogen turun sementara pengaruh androgen relatif menguat. Kelenjar minyak ikut lebih aktif, dan hasilnya sering muncul di sepertiga bawah wajah: dagu, garis rahang, dan sekitar mulut.

Ciri khasnya jerawat hormonal adalah polanya berulang di titik yang sama setiap bulan, sering berupa benjolan dalam yang nyeri ditekan dan tidak punya "mata". Jenis ini paling tidak mempan dilawan dengan mengganti-ganti pembersih wajah.

Kalau jerawat rahang datang tiap bulan disertai haid yang tak teratur, rambut rontok berlebihan, atau tumbuh rambut halus di dagu, itu layak dibicarakan dengan dokter. Pola seperti ini kadang berkaitan dengan gangguan hormon yang butuh pemeriksaan, bukan sekadar ganti skincare.

8. Kurang Tidur dan Stres yang Berkepanjangan

Stres tidak menciptakan jerawat dari nol, tapi memperburuk yang sudah ada. Saat stres, tubuh melepas kortisol yang mendorong kelenjar minyak bekerja lebih keras sekaligus memperlambat penyembuhan peradangan. Karena itu jerawat saat musim ujian atau tenggat kerja terasa lebih lama sembuhnya.

Kurang tidur bekerja lewat jalur yang mirip. Tidur juga waktu kulit memperbaiki lapisan pelindungnya, jadi tidur lima jam berhari-hari membuat kulit lebih reaktif terhadap pemicu lain di daftar ini.

Ada lingkaran yang perlu diputus: stres memperparah jerawat, jerawat menambah stres, dan kebiasaan menyentuh atau memencet wajah saat cemas menambah luka baru.

9. Susu dan Makanan Berindeks Glikemik Tinggi

Bagian ini perlu ditakar hati-hati, karena kaitan makanan dan jerawat sering dilebih-lebihkan di satu sisi dan diremehkan di sisi lain.

Bukti paling konsisten mengarah ke dua hal. Pertama, pola makan tinggi indeks glikemik — nasi putih berlebih, roti tawar, minuman manis, camilan bertepung — memicu lonjakan insulin yang berpengaruh pada produksi minyak. Kedua, susu sapi, terutama susu skim, berkali-kali muncul dalam penelitian sebagai faktor yang berkaitan dengan jerawat lebih parah.

Sebaliknya, cokelat dan gorengan yang paling sering dituduh justru bukti pendukungnya paling lemah. Yang lebih masuk akal, keduanya biasanya datang satu paket dengan gula dan tepung olahan.

Kelompok makananContoh sehari-hariAlasan dicurigai
Indeks glikemik tinggiNasi putih porsi besar, roti tawar, biskuit, keripikMenaikkan insulin cepat, dan insulin ikut mendorong produksi minyak
Minuman manisTeh kemasan, boba, soda, kopi susu gula arenSumber gula cair terbesar, sekaligus yang paling mudah dikurangi
Susu sapi, terutama skimSusu cair, susu bubuk, bubuk whey proteinBerulang kali muncul di penelitian sebagai faktor yang berkaitan
Sering dituduh, bukti lemahCokelat, gorengan, kacangYang berpengaruh kemungkinan gula dan tepung yang menyertainya

Jangan langsung menghapus banyak hal sekaligus. Kalau mau menguji, kurangi satu golongan saja — misalnya minuman manis — selama delapan minggu, sambil memasak lebih banyak lauk rumahan sendiri supaya kadar gula dan minyak di piringmu lebih terkontrol. Menyiapkan menu yang tahan beberapa hari seperti ayam suwir untuk stok lauk juga menolong, karena kamu tidak jatuh ke jajanan tepung tiap kali lapar. Kalau tidak ada perubahan, kembalikan dan uji yang lain.

10. Obat dan Suplemen yang Memicu Jerawat

Beberapa obat punya efek samping jerawat yang jarang disebut saat diresepkan: kortikosteroid (termasuk krim steroid untuk kulit yang dipakai berkepanjangan), litium, sebagian obat antikejang, serta beberapa jenis kontrasepsi hormonal berbasis progestin.

Dari golongan suplemen, yang paling sering dilaporkan adalah whey protein untuk pembentukan otot, vitamin B12 dosis besar, dan suplemen mengandung iodida.

Jangan hentikan obat sendiri

Kalau kamu menduga jerawatmu berkaitan dengan obat yang sedang diminum, bicarakan dulu dengan dokter yang meresepkan. Menghentikan obat mendadak — apalagi kortikosteroid — bisa jauh lebih berbahaya daripada jerawatnya. Yang dicari adalah alternatif atau penyesuaian dosis, bukan berhenti sepihak.

Peta Lokasi Jerawat di Wajah dan Artinya

Tempat munculnya jerawat memberi petunjuk yang lumayan berguna, karena kepadatan kelenjar minyak dan jenis kontak di tiap area memang berbeda.

Peta zona T dan zona U wajah beserta penyebab jerawat yang paling sering muncul di tiap zona
Peta zona T dan zona U wajah beserta penyebab jerawat yang paling sering muncul di tiap zona

Wajah biasanya dibagi dua zona. Zona T — dahi, hidung, sampai antara alis — punya kelenjar minyak paling padat, jadi jerawat di sini lebih sering berkaitan dengan sebum dan produk. Zona U — pipi, rahang, dan dagu — lebih banyak dipengaruhi kontak dari luar dan hormon.

LokasiPemicu yang paling seringYang bisa kamu periksa
Dahi dan pelipisProduk rambut, poni, gesekan helm atau jilbabApakah beruntusan mengikuti garis rambut?
HidungKelenjar minyak terpadat, pori besarSunscreen atau alas bedak yang terlalu berat
PipiPonsel, sarung bantal, tangan, tali maskerApakah satu sisi jelas lebih parah?
Dagu dan garis rahangFluktuasi hormon, tali helmApakah polanya berulang tiap bulan?
LeherSisa kondisioner, parfum, kerah bajuArah bilasan rambut saat keramas
Punggung dan dadaKeringat plus gesekan pakaianBerapa lama baju basah dibiarkan menempel

Satu hal yang perlu diluruskan: peta wajah yang mengaitkan jerawat dengan organ dalam — dahi berarti pencernaan, pipi berarti paru-paru — tidak punya dukungan bukti medis. Yang benar-benar bisa dibaca dari lokasi jerawat adalah pola kontak dan sebaran kelenjar minyak, bukan kondisi organ.

Jerawat di Dahi dan Jidat: Pemicu yang Khas

Dahi punya dua beban sekaligus. Ia bagian dari zona T yang kelenjar minyaknya padat, sekaligus area yang paling sering bersinggungan dengan rambut dan apa pun yang menempel di rambut.

Pomade, minyak rambut, hair serum, dan sisa kondisioner gampang berpindah ke dahi — apalagi kalau kamu berponi atau tidur dengan rambut tergerai. Bentuk yang khas: beruntusan kecil-kecil yang bergerombol rapat dan berhenti tepat di garis rambut, bukan satu-dua jerawat besar yang tersebar. Kalau pola itu yang kamu lihat, tersangkanya hampir selalu produk rambut, bukan skincare wajah.

Dua kebiasaan yang cukup sering menolong. Saat keramas, bilas kondisioner sambil menunduk ke depan supaya airnya tidak mengalir melewati dahi dan punggung. Lalu beri jeda: pakai produk rambut setelah wajah selesai dibersihkan, bukan sebelumnya.

Sisanya soal gesekan. Tepi jilbab, tali helm, topi, dan headband menahan keringat di area yang sama berjam-jam. Kalau kamu memakainya tiap hari, bahannya perlu dicuci sesering pakaian dalam — bukan seminggu sekali.

Jerawat di Punggung, Dada, dan Leher

Punggung atas dan dada sama-sama punya kelenjar minyak dalam jumlah besar, jadi keduanya memang wilayah rawan — bukan kejadian aneh yang muncul entah dari mana.

Pemicunya biasanya kombinasi keringat yang terperangkap dan gesekan: baju ketat berbahan sintetis, tali tas ransel, tali bra, atau kaus lembap yang dibiarkan menempel sepulang olahraga. Semakin lama kain basah menempel, semakin besar peluang sumbatan terbentuk.

Yang paling banyak menolong justru urutan mandi. Keramas dan bilas rambut lebih dulu, baru bersihkan badan — supaya sisa sampo dan kondisioner yang mengalir ke punggung ikut terangkat, bukan mengendap di sana. Ganti kaus olahraga segera, dan pilih bahan yang menyerap keringat untuk pemakaian harian.

Belum tentu jerawat

Bintik di punggung atau dada yang gatal, ukurannya seragam kecil-kecil, dan tidak disertai komedo sama sekali sering kali bukan jerawat, melainkan folikulitis akibat jamur. Bedanya penting karena penanganannya berbeda: produk anti-jerawat biasa tidak akan mempan, bahkan bisa membuatnya bertahan lebih lama. Kalau ciri-cirinya cocok, mintalah dokter memastikan sebelum kamu menghabiskan waktu berbulan-bulan dengan produk yang salah sasaran.

Leher punya cerita sendiri. Jerawat di sini lebih sering berkaitan dengan apa yang mengalir turun dari rambut — sisa kondisioner, minyak rambut, parfum yang disemprot ke leher — ditambah gesekan kerah baju.

Kenapa Sebagian Jerawat Mendem dan Terasa Nyeri

Jerawat mendem terbentuk lebih dalam di folikel. Peradangannya tidak menemukan jalan keluar ke permukaan, sehingga tidak pernah muncul "mata" putih seperti jerawat biasa. Yang terasa hanya benjolan keras, nyeri ditekan, dan kadang bertahan berminggu-minggu.

Pemicunya sama dengan daftar di atas — hormon, gesekan, sumbatan produk — hanya saja letaknya lebih dalam. Karena itu ia paling sering muncul di dagu dan garis rahang, dua area yang paling responsif terhadap fluktuasi hormon.

Justru di jerawat jenis inilah memencet paling merugikan. Tidak ada isi yang benar-benar bisa keluar; yang terjadi malah isi pori terdorong lebih dalam, peradangan melebar, dan risiko bekas cekung naik tajam. Yang lebih menolong: kompres hangat sekitar sepuluh menit, dua sampai tiga kali sehari, untuk membantu peradangannya mereda sendiri.

Mitos Penyebab Jerawat yang Masih Sering Dipercaya

Yang sering dipercayaYang lebih tepat
Jerawat tandanya jarang cuci mukaJerawat berawal dari dalam pori; mencuci berlebihan malah memperparah
Cokelat langsung bikin jerawatBukti langsungnya lemah; gula dan susu di dalamnya lebih patut dicurigai
Dipencet supaya cepat kempisIsi pori terdorong lebih dalam, radang meluas, dan risiko bekas naik
Pasta gigi mengeringkan jerawatMengiritasi kulit sehat di sekitarnya dan bisa meninggalkan noda gelap
Berjemur mengeringkan jerawatKemerahan memudar sementara, tapi bekas jadi lebih gelap dan tahan lama
Jerawat pasti berhenti setelah remajaJerawat dewasa umum terjadi, terutama pada perempuan di usia 20–40-an

Cara Melacak Penyebab Jerawat di Kulitmu Sendiri

Karena pemicunya berlapis, menebak satu per satu jarang berhasil. Cara yang lebih rapi adalah menguji secara berurutan.

Empat langkah melacak penyebab jerawat sendiri: benahi kebiasaan, kunci rangkaian skincare, catat bertanggal, lalu ubah satu variabel
Empat langkah melacak penyebab jerawat sendiri: benahi kebiasaan, kunci rangkaian skincare, catat bertanggal, lalu ubah satu variabel

Pertama, benahi dulu yang gratis dan tanpa risiko. Ganti sarung bantal lebih sering, lap layar ponsel, bilas wajah setelah berkeringat, kurangi frekuensi cuci muka jadi dua kali sehari. Jalankan empat minggu tanpa mengubah produk apa pun.

Kedua, kunci rangkaian skincare-mu. Pakai tiga langkah saja — pembersih lembut, pelembap ringan, sunscreen — selama enam minggu. Ini memberi garis dasar yang jelas untuk dibandingkan.

Ketiga, catat dengan tanggal. Foto wajah seminggu sekali dengan cahaya dan sudut yang sama, tandai hari pertama haid, dan catat produk baru pada hari pemakaian pertamanya. Ingatan sangat mudah keliru soal urutan kejadian; catatan tidak.

Keempat, ubah satu variabel setiap dua minggu. Kalau memasukkan produk baru, jangan bersamaan dengan mengubah pola makan. Satu perubahan sekali jalan, supaya hasilnya bisa dibaca.

Kapan sebaiknya ke dokter kulit

Jangan menunggu terlalu lama kalau muncul salah satu dari ini: benjolan besar yang nyeri dan dalam, jerawat yang mulai meninggalkan bekas cekung, kulit tak membaik setelah 8–12 minggu perawatan mandiri, atau jerawat yang disertai haid tidak teratur dan pertumbuhan rambut berlebihan. Bekas luka jauh lebih sulit diperbaiki daripada jerawatnya sendiri — semakin cepat ditangani, semakin kecil kemungkinannya membekas.

Untuk gambaran umum tentang jerawat dan penanganannya dari sumber resmi, kamu bisa membaca artikel Kementerian Kesehatan tentang faktor pemicu jerawat atau panduan American Academy of Dermatology.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Bagaimana cara agar tidak jerawatan?

Tidak ada cara yang menjamin bebas jerawat, tapi risikonya bisa ditekan: cuci muka dua kali sehari dengan pembersih lembut, pakai pelembap dan sunscreen bertekstur ringan, ganti sarung bantal secara rutin, bilas wajah setelah berkeringat, dan hindari memencet. Konsistensi selama dua bulan lebih berpengaruh daripada mengganti produk terus-menerus.

Apakah gula darah tinggi bisa menyebabkan jerawat?

Kaitannya lewat insulin. Makanan berindeks glikemik tinggi memicu lonjakan gula darah dan insulin, yang berpengaruh pada aktivitas kelenjar minyak. Jadi bukan gula darahnya yang langsung membuat jerawat, melainkan rantai hormon setelahnya. Mengurangi minuman manis dan camilan bertepung olahan biasanya lebih terasa dampaknya dibanding menghindari cokelat.

Di mana letak jerawat karena stres?

Stres tidak punya lokasi khusus, tapi efeknya paling sering terlihat di area yang memang sudah rentan — dagu, garis rahang, dan dahi. Yang lebih menandai jerawat terkait stres adalah waktunya: muncul bersamaan dengan periode tekanan tinggi, lalu mereda setelahnya, dan sering ditemani kebiasaan menyentuh atau memencet wajah tanpa sadar.

Makan apa supaya jerawat cepat hilang?

Belum ada makanan yang terbukti menghilangkan jerawat. Yang lebih realistis adalah mengurangi pemicu: batasi minuman manis dan tepung olahan, serta coba kurangi susu sapi selama delapan minggu kalau kamu menduga ada kaitannya. Perbanyak sayur, buah, dan lauk yang dimasak sendiri supaya kadar gula dan minyaknya lebih terkendali.

Kenapa jerawat muncul terus padahal sudah rajin cuci muka?

Karena mencuci wajah hanya menangani permukaan, sementara sumbatan terbentuk di dalam pori. Kalau pemicunya hormon, gesekan, atau produk yang menyumbat, sesering apa pun kamu mencuci tidak akan menyelesaikannya — malah bisa memperparah kalau kulit jadi teriritasi.

Berapa lama jerawat hilang setelah pemicunya dihindari?

Perlu kesabaran. Jerawat yang sudah meradang butuh satu sampai dua minggu untuk mereda, tapi sumbatan yang sedang terbentuk di lapisan bawah baru muncul ke permukaan beberapa minggu kemudian. Karena itu perubahan nyata biasanya baru terlihat setelah 6–8 minggu, dan kemerahan bekasnya bisa bertahan beberapa bulan lagi.

Bagikan Artikel

Suka tulisan ini? Sebarkan ke yang lain.