Ari-Ari Bayi: Bentuk, Fungsi, dan Cara Menguburnya

Daftar Isi15 bagian
- Ari-Ari Bayi Itu Apa?
- Bentuk dan Ukuran Ari-Ari yang Normal
- Apa yang Dikerjakan Ari-Ari Selama Sembilan Bulan
- Kapan Ari-Ari Keluar Setelah Bayi Lahir
- Dibawa Pulang atau Ditinggal di Faskes?
- Cara Mencuci Ari-Ari dengan Aman
- Cara Mengubur Ari-Ari Langkah demi Langkah
- Yang Sebaiknya Tidak Dilakukan
- Hukum Mengubur Ari-Ari dalam Islam
- Tradisi Ari-Ari di Berbagai Daerah
- Kakang Kawah Adi Ari-Ari: Kenapa Disebut Saudara Bayi
- Mitos yang Perlu Diluruskan
- Kalau Tidak Punya Pekarangan
- Kasus Khusus: Kembar, Keguguran, dan Ari-Ari yang Tertukar
- Pertanyaan yang Sering Diajukan
Ada satu momen yang jarang disebut di kelas persiapan melahirkan: kamu pulang dari rumah sakit membawa bayi di gendongan, tas perlengkapan di satu tangan, dan sebuah wadah tertutup yang isinya ari-ari bayi. Perawat menyerahkannya begitu saja. Tidak ada penjelasan mau diapakan.
Di rumah, pertanyaannya datang bertumpuk. Harus dicuci dulu atau langsung dikubur? Sedalam apa? Perlu kendi, atau plastiknya saja cukup? Kata ibu harus dipasangi lampu, kata suami itu bukan ajaran agama. Sementara yang menggendong bayi masih pegal dan belum tidur cukup.
Jawaban singkatnya: ari-ari adalah nama sehari-hari untuk plasenta, organ sementara yang memasok oksigen dan makanan ke janin selama dalam kandungan. Setelah bayi lahir, ia tidak lagi berfungsi. Menguburnya dianjurkan demi kebersihan, bukan karena ada dampak medis pada bayi bila tidak dikubur.
Poin Penting
- Perlakuan terhadap ari-ari tidak berpengaruh pada kesehatan, rezeki, atau sifat bayi. Yang nyata pengaruhnya cuma sanitasi lingkungan rumahmu.
- Kalau kamu ingin membawanya pulang, minta sejak sebelum melahirkan. Tanpa permintaan, banyak faskes memusnahkannya sebagai limbah medis — dan itu pilihan yang sah.
- Pakai sarung tangan saat mencuci. Ari-ari adalah jaringan berdarah, jadi diperlakukan seperti benda medis, bukan seperti bahan masakan.
- Lubang minimal 50 cm dan jauh dari sumur. Yang paling sering keliru bukan doanya, melainkan kedalamannya.
- Tidak ada bacaan doa khusus dari hadis sahih. Ulama berbeda pendapat antara sunnah dan mubah, dan keduanya sepakat menguburnya baik.
Ari-Ari Bayi Itu Apa?
Ari-ari adalah plasenta: organ berbentuk cakram yang terbentuk bersamaan dengan janin, menempel di dinding rahim, dan terhubung ke perut bayi lewat tali pusat. Ia mulai terbentuk sekitar dua minggu setelah pembuahan, tumbuh sepanjang kehamilan, lalu ikut lahir beberapa menit setelah bayinya.
Yang membuat organ ini istimewa: ia satu-satunya organ manusia yang sifatnya sementara. Dibentuk untuk satu kehamilan, dipakai sembilan bulan, lalu selesai tugasnya di hari kelahiran. Titik sambungan di perut itulah yang kelak menyisakan pusar pada si kecil.
Nama sebutannya berbeda-beda dari satu daerah ke daerah lain, dan itu sering membuat percakapan di keluarga jadi simpang siur.
| Sebutan | Dipakai di | Catatan |
|---|---|---|
| Ari-ari | Jawa, dan paling umum di seluruh Indonesia | Bentuk lain yang sering ditulis: ari2 |
| Tembuni | Sunda dan Melayu | Juga muncul di sebagian teks lama |
| Bali | Sunda dan Bali | Menimbulkan kebingungan karena sama dengan nama pulau |
| Batur atau batir | Sebagian daerah di Jawa | Berarti teman, mengikuti keyakinan bahwa ia menemani bayi sejak dalam kandungan |
| Adi ari-ari | Jawa, dalam konteks tradisi | Berarti "adik ari-ari", lihat bagian kakang kawah di bawah |
| Plasenta | Istilah medis, dipakai bidan dan dokter | Yang tertulis di rekam medis dan surat keterangan lahir |
Kalau bidan menyebut "plasenta" dan nenekmu menyebut "tembuni", keduanya sedang membicarakan benda yang sama persis. Kata kerjanya pun beragam — mengubur, menanam, memendam, atau mendem dalam bahasa Jawa — padahal tindakannya satu dan sama.
Bentuk dan Ukuran Ari-Ari yang Normal
Banyak ibu baru terkejut saat pertama melihatnya, dan itu wajar — bentuknya tidak seperti apa pun yang biasa kita lihat. Ari-ari cukup bulan berupa cakram tebal berwarna merah tua kehitaman, dengan dua sisi yang tampak sangat berbeda.
Sisi yang tadinya menempel ke dinding rahim bertekstur kasar dan terbagi menjadi belasan gundukan seperti petak-petak. Sisi yang tadinya menghadap bayi justru licin, agak keabuan, tertutup selaput bening, dan dari tengahnya keluar tali pusat yang menjuntai serta pembuluh darah yang bercabang-cabang seperti akar pohon.

Mencari gambar ari-ari bayi di internet biasanya berujung pada foto yang bikin sebagian orang ngilu. Skema di atas dibuat justru untuk itu: nama bagian dan ukurannya terbaca jelas tanpa harus menatap foto aslinya.
| Yang diukur | Rata-rata pada kehamilan cukup bulan |
|---|---|
| Garis tengah cakram | Sekitar 22 cm |
| Ketebalan | 2–2,5 cm di bagian tengah |
| Berat | Sekitar 470 gram |
| Panjang tali pusat | 55–60 cm |
| Garis tengah tali pusat | 2–2,5 cm |
| Isi tali pusat | Dua pembuluh arteri dan satu vena |
Angka-angka itu rata-rata, bukan patokan kaku. Ukuran ari-ari ikut dipengaruhi berat bayi, kondisi kehamilan, dan letaknya di rahim. Ari-ari yang tampak lebih besar atau lebih kecil dari kebiasaan bukan pertanda apa pun tentang masa depan si bayi — sesuatu yang sering diperbincangkan padahal tidak ada dasarnya.
Perbandingan yang gampang dibayangkan: garis tengahnya kira-kira sebesar piring makan, tebalnya sejari, beratnya kurang lebih setara sebungkus tepung setengah kilo.
Apa yang Dikerjakan Ari-Ari Selama Sembilan Bulan
Sepanjang kehamilan, organ ini bekerja sebagai paru-paru, saluran cerna, ginjal, dan pabrik hormon sekaligus — semuanya untuk janin yang organ-organnya sendiri belum bisa bekerja.
Menyalurkan oksigen. Darah ibu dan darah janin tidak pernah benar-benar bercampur. Keduanya bertemu di dinding tipis di dalam ari-ari, dan di situlah oksigen berpindah.
Mengantar makanan. Glukosa, protein, lemak, vitamin, dan mineral disalurkan lewat tali pusat, termasuk zat besi yang jadi bekal bayi sampai beberapa bulan setelah lahir.
Membuang sisa. Karbon dioksida dan zat sisa dari janin dikembalikan ke peredaran darah ibu untuk dibuang oleh ginjal dan paru-paru ibu.
Memproduksi hormon. Termasuk hCG yang membuat garis dua muncul di alat tes kehamilan, serta progesteron dan estrogen yang menjaga kehamilan tetap berjalan.
Meneruskan antibodi. Di trimester akhir, antibodi ibu berpindah ke janin dan bertahan beberapa bulan sesudah lahir. Inilah sebabnya bayi baru lahir punya perlindungan bawaan sebelum imunisasinya lengkap.
Yang jarang dibahas: ari-ari bukan filter sempurna. Banyak orang mengira apa pun yang buruk akan tertahan di sana. Kenyataannya nikotin, alkohol, kafein, sebagian obat, dan beberapa kuman seperti virus rubela serta toksoplasma bisa menembusnya. Karena itu larangan merokok dan minum alkohol selama hamil bukan sekadar anjuran berhati-hati — jalurnya memang terbuka.
Kapan Ari-Ari Keluar Setelah Bayi Lahir
Persalinan belum selesai ketika bayi sudah menangis. Masih ada satu tahap lagi yang disebut kala tiga: keluarnya ari-ari.
Umumnya ia lahir 5–30 menit setelah bayi, seringkali dibantu suntikan oksitosin dan pijatan ringan di perut oleh penolong persalinan. Kontraksinya masih terasa, tapi jauh lebih ringan daripada saat mengejan.
Bila lewat 30 menit ari-ari belum keluar, kondisinya disebut retensio plasenta dan perlu tindakan segera karena berisiko menimbulkan perdarahan. Begitu pula bila ada bagian yang tertinggal di dalam rahim — biasanya ditandai perdarahan yang tak berhenti atau demam beberapa hari sesudah melahirkan. Penolong persalinan selalu memeriksa kelengkapan ari-ari sebelum menyerahkannya, dan itu salah satu alasan ia diperiksa dulu, tidak langsung diberikan ke keluarga.

Sesudah tahap ini beres, perhatian berpindah sepenuhnya ke bayinya — mulai dari inisiasi menyusu dini sampai cara merawat bayi baru lahir di hari-hari pertama, termasuk perawatan sisa tali pusat yang masih menempel di perutnya.
Dibawa Pulang atau Ditinggal di Faskes?
Inilah keputusan yang paling sering tidak disadari harus diambil, padahal waktunya sempit. Ada tiga pilihan, dan ketiganya sah.
| Pilihan | Yang terjadi | Perlu disiapkan |
|---|---|---|
| Dibawa pulang | Keluarga menguburnya sendiri, biasanya di pekarangan | Sampaikan permintaan sejak kontrol terakhir; siapkan wadah tertutup |
| Ditinggal di faskes | Dimusnahkan mengikuti aturan limbah medis fasilitas kesehatan | Tidak ada, ini penanganan bawaan |
| Simpan darah tali pusat | Yang disimpan darahnya, bukan ari-arinya; ari-ari tetap kembali ke kamu atau ke faskes | Daftar ke penyedia layanan jauh sebelum melahirkan, berbiaya |

Kalau kamu ingin membawanya pulang, katakan sebelum melahirkan, bukan setelah. Dalam aturan pengelolaan limbah fasilitas pelayanan kesehatan, jaringan tubuh seperti plasenta tergolong limbah patologis yang penanganannya sudah ada jalurnya sendiri — lihat Permenkes Nomor 18 Tahun 2020. Praktiknya di Indonesia, faskes menyerahkan ari-ari kepada keluarga yang meminta. Yang bikin repot adalah meminta di menit terakhir, saat ibu masih di ruang bersalin dan tak ada yang mengurus wadahnya.
Sebaliknya, memilih meninggalkannya di faskes bukan kelalaian dan bukan pula pelanggaran adat. Bagi keluarga yang tinggal di rumah susun, sedang merantau, atau melahirkan jauh dari kampung, itu justru pilihan yang paling bersih.
Cara Mencuci Ari-Ari dengan Aman
Cara membersihkan ari-ari bayi sebetulnya sederhana dan tidak butuh cairan khusus. Kalau kamu memutuskan menguburnya, cuci dulu sampai tidak ada sisa darah yang menetes. Alasannya praktis: sisa darah berbau dan mengundang hewan menggali tanahnya.
Dalam banyak tradisi, tugas ini dikerjakan ayah bayi atau dukun bayi. Secara kesehatan, siapa pun boleh — kecuali yang sedang punya luka terbuka di tangan.
Empat hal yang perlu dipatuhi, dan semuanya soal kebersihan, bukan adat:
- Pakai sarung tangan. Ari-ari adalah jaringan berdarah, dan darah bisa membawa virus seperti hepatitis B, hepatitis C, atau HIV. Sarung tangan lateks sekali pakai di apotek harganya beberapa ribu rupiah.
- Jangan mencucinya di bak cuci dapur. Pakai ember terpisah atau air mengalir di luar rumah, jauh dari tempat mengolah makanan dan dari sumber air minum.
- Air biasa sudah cukup. Guyur berulang sampai airnya tidak lagi kemerahan. Sebagian daerah menggosoknya dengan garam kasar atau asam jawa untuk mengurangi bau; itu tidak masalah, tapi juga tidak wajib.
- Cuci tangan dengan sabun sesudahnya, dan buang sarung tangan bekas ke tempat sampah tertutup. Buang air cuciannya ke saluran pembuangan, bukan ke tanah tempat anak-anak bermain.
Yang tidak perlu dilakukan: merebusnya, mengeringkannya, atau membekukannya. Ari-ari yang akan langsung dikubur tidak butuh perlakuan apa pun selain dibersihkan.
Kalau Penguburannya Tertunda
Idealnya ari-ari dikubur di hari yang sama. Bila terpaksa menunggu — hujan besar, malam hari, atau menunggu ayah bayi pulang — simpan dalam wadah tertutup rapat di tempat sejuk, terpisah dari bahan makanan, dan jangan lewat dari sehari. Ia jaringan biologis, jadi baunya berkembang cepat di suhu ruang.
Cara Mengubur Ari-Ari Langkah demi Langkah
Bagian ini yang paling sering dilakukan setengah-setengah. Padahal satu-satunya kesalahan yang benar-benar berakibat adalah lubang yang terlalu dangkal, karena tanahnya bisa dibongkar kucing atau anjing beberapa hari kemudian.

1. Pilih wadah yang bisa terurai. Kendi atau periuk tanah liat adalah pilihan tradisional dan sekaligus paling tepat secara lingkungan. Tempurung kelapa juga umum dipakai. Kain putih bersih pun cukup. Hindari plastik dan kaleng — keduanya tidak terurai dan justru menahan cairan di dalam tanah.
2. Tentukan titiknya. Halaman atau pekarangan milik sendiri, di tanah yang tidak akan digali ulang untuk saluran air atau pondasi. Beri jarak setidaknya 10 meter dari sumur atau sumber air minum, mengikuti patokan sanitasi yang lazim dipakai untuk menjaga sumur dari sumber pencemaran.
3. Gali minimal 50 cm. Ini angka yang sepadan dengan tradisi banyak daerah, yang mengukurnya sepanjang lengan ayah bayi. Lubang sedalam sekop tidak cukup.
4. Turunkan wadah, tutup rapat. Timbun bertahap, lalu padatkan permukaannya dengan kaki atau tangan supaya tanahnya tidak gembur.
5. Tandai lokasinya. Batu, tanaman, atau pagar bambu kecil. Penanda ini fungsinya nyata: mencegah lubang itu tergali lagi tanpa sengaja beberapa bulan kemudian.
6. Cuci tangan dan bereskan peralatannya. Sekop dan ember dibilas terpisah dari perkakas dapur.
Tradisi setempat biasanya menambahkan beberapa hal lagi ke dalam wadah. Tabel di bawah memisahkan mana yang berfungsi menjaga kebersihan dan mana yang murni bermakna simbolis — supaya kamu bisa memilih dengan sadar, bukan karena bingung.
| Perlengkapan | Alasannya | Perlu atau pilihan |
|---|---|---|
| Kendi, periuk tanah, atau tempurung kelapa | Melindungi isi dan ikut terurai di tanah | Praktis diperlukan |
| Kain putih atau kain mori | Membungkus sebelum masuk wadah | Praktis diperlukan |
| Garam | Mengurangi bau dan memperlambat pembusukan | Berguna |
| Kunyit, bumbu dapur lain, kapur sirih | Aroma dan makna adat | Pilihan |
| Jarum, benang, kertas bertulis huruf | Simbol harapan tentang keterampilan dan ilmu anak | Pilihan, murni simbolis |
| Uang logam atau barang berharga | Simbol harapan rezeki | Pilihan, dan sebagian ulama menilainya pemborosan |
| Lampu atau lentera di atas tanahnya | Penanda lokasi, dan dalam adat sebagai penerang | Pilihan |
Perlengkapan untuk bayi laki-laki dan perempuan pada dasarnya sama. Yang berbeda di sebagian tradisi hanya posisi lubangnya, bukan isi wadahnya.
Yang Sebaiknya Tidak Dilakukan

Empat kebiasaan yang perlu dihindari, semuanya berdasar alasan yang bisa diukur:
- Membuangnya ke sungai atau laut sendiri. Sebagian daerah memang punya tradisi melarung, tapi di sungai perkotaan yang airnya dipakai orang lain, ini mencemari. Kalau tradisi keluargamu memang melarung, tanyakan dulu ke tetua bagaimana praktiknya sekarang menyesuaikan kondisi sungainya.
- Memasukkannya ke tempat sampah rumah tangga. Berakhir di tempat pembuangan terbuka, terbongkar hewan, dan tidak sesuai dengan penanganan jaringan tubuh. Bila tidak ingin mengubur, tinggalkan saja di faskes.
- Mengubur terlalu dangkal atau di tanah orang lain. Dua masalah sekaligus: bisa tergali hewan, dan bisa jadi persoalan dengan pemilik tanah bila kelak digali.
- Menggantungnya di dalam rumah tanpa dasar adat setempat. Ada memang tradisi menggantung ari-ari di satu desa di Bali, tapi itu berlangsung di area khusus di luar permukiman, bukan di dalam rumah tinggal.
Hukum Mengubur Ari-Ari dalam Islam
Ini bagian yang paling sering ditanyakan dan paling sering dijawab sepotong. Supaya jelas: tidak ada satu pun ayat atau hadis sahih yang secara khusus memerintahkan mengubur ari-ari. Yang ada adalah penalaran para ulama dari kaidah yang lebih umum, dan hasilnya tidak seragam.
| Pandangan | Kesimpulannya | Dasarnya |
|---|---|---|
| Sunnah (dianjurkan) | Mengubur bagian tubuh yang terpisah dari orang hidup dianjurkan, termasuk membungkusnya | Kitab fikih mazhab Syafi'i, di antaranya Mughni al-Muhtaj, atas dasar memuliakan manusia |
| Mubah (boleh dan baik) | Boleh dan baik dilakukan demi kebersihan serta kesehatan lingkungan, tanpa dianggap ibadah tersendiri | Tidak ditemukan dalil khusus, sehingga dinilai sebagai urusan kebiasaan |
| Menolak ritual tambahannya | Menguburnya di tanah baik, tapi tambahan lampu, sesajen, atau larungan dinilai khurafat | Hadis tentang menguburkan tujuh hal dinilai lemah, sehingga tak bisa jadi landasan |
Titik temu ketiga pandangan itu sebenarnya lega: menguburnya baik, dan tak ada yang menyebutnya wajib. Perbedaannya ada di seberapa jauh tradisi di sekelilingnya boleh diikuti.
Tata caranya sendiri tidak rumit. Dalam kerangka syariat tak ada urutan baku yang harus diikuti: dibersihkan, dibungkus kain, lalu dikubur atau ditanam di tanah yang layak. Tempatnya juga tidak ditentukan — halaman rumah, kebun, atau tanah keluarga sama saja, sebab yang dinilai adalah memperlakukannya dengan pantas, bukan koordinatnya. Begitu pula soal jenis kelamin: ketentuan kanan untuk bayi laki-laki dan kiri untuk perempuan berasal dari adat Jawa, bukan dari ajaran agama, dan tak ada bacaan yang dibedakan untuk keduanya. Seandainya ari-ari tidak dikubur sama sekali, tidak ada ulama yang menyebut orang tuanya berdosa.
Dua hal yang perlu diperjelas karena banyak beredar keliru:
Tidak ada bacaan doa khusus yang sahih. Kamu akan menemukan aneka "doa mengubur ari-ari" di internet, sebagian dengan susunan yang mirip satu sama lain. Tak ada satu pun yang bersumber dari hadis sahih. Termasuk saat mencucinya: tidak ada bacaan khusus yang perlu dihafal lebih dulu. Yang dianjurkan adalah berdoa dengan bahasa sendiri — bersyukur atas kelahiran anak dan memohon kebaikan untuknya. Membaca basmalah dan bersyukur sudah memadai.
Yang jadi persoalan adalah keyakinannya, bukan bendanya. Menaruh kendi atau menyalakan lampu sebagai kebiasaan turunan keluarga berbeda jauh dari meyakini bahwa lampu itulah yang menjaga bayi, atau bahwa nasib anak ditentukan oleh perlakuan terhadap ari-arinya. Yang pertama urusan adat; yang kedua yang diperingatkan para ulama.
Kalau keluarga besar berbeda pendapat soal ini — situasi yang sangat umum — jalan tengah yang biasanya berhasil: kerjakan bagian yang jelas manfaatnya (dicuci, dikubur dalam, ditandai), dan sepakati sejak awal bahwa tambahan adatnya sifatnya penghormatan pada tradisi, bukan syarat keselamatan bayi.
Tradisi Ari-Ari di Berbagai Daerah
Praktiknya berbeda-beda, dan bedanya kadang tajam bahkan antar-desa yang berdekatan. Tabel ini merangkum empat yang terdokumentasi dengan jelas.
| Daerah | Praktiknya | Penanda dan waktunya |
|---|---|---|
| Jawa, tradisi keraton Yogyakarta | Ari-ari dibersihkan, dimasukkan ke kendil tanah liat beralas daun, disertai kain mori, garam, jarum, benang, kertas bertulis huruf, bunga, kunyit, kemiri, uang logam, dan beras | Dikubur di depan pintu utama — kanan untuk bayi laki-laki, kiri untuk perempuan — sedalam lengan ayah, lalu diterangi lampu selama 35 hari atau selapan |
| Sunda | Disebut tembuni dan dipandang sebagai saudara bayi; ada dua kebiasaan, dikubur di pekarangan atau dihanyutkan ke sungai | Kajian di satu desa di Kabupaten Tangerang mencatat sembilan tahapan, termasuk ayah memakai penutup kepala yang berbeda menurut jenis kelamin bayi |
| Bali, kebiasaan umum | Dicuci dengan garam kasar dan asam, dimasukkan ke tempurung kelapa bersama rempah dan kapur sirih | Dikubur di pekarangan rumah ayah, sekitar setengah meter dalamnya |
| Bali, Desa Adat Bayung Gede | Justru tidak dikubur: ari-ari dimasukkan ke tempurung kelapa bersama abu dapur dan rempah, lalu digantung | Digantung di cabang pohon bukak di setra ari-ari — kuburan khusus ari-ari di hilir desa — karena pekarangan rumah dipandang sebagai kawasan yang disucikan |
Contoh Bayung Gede layak dicatat: praktiknya berlawanan dengan kebiasaan Bali pada umumnya, dan tercatat sebagai warisan budaya. Itu bukti bahwa tidak ada satu "cara yang benar secara adat" yang berlaku untuk semua orang Indonesia. Kalau kamu ragu, yang paling tepat ditanya bukan artikel di internet, melainkan tetua di keluargamu sendiri.
Detail tradisi Jawa di atas dirangkum dari catatan Kraton Jogja tentang mendhem ari-ari, sedangkan praktik Bayung Gede terdokumentasi di basis data kebudayaan Provinsi Bali.
Perhatikan juga bahwa penguburannya jarang berdiri sendiri. Di Jawa ia menyambung ke brokohan, lalu ke selapanan pada hari ke-35 — hari yang sama dengan padamnya lampu di atas tanah pendemaan. Nama anak biasanya sudah bulat sebelum rangkaian itu selesai; kalau di rumahmu belum, artinya bisa ditelusuri lewat kumpulan nama bayi laki-laki islami.
Kakang Kawah Adi Ari-Ari: Kenapa Disebut Saudara Bayi
Istilah ini sering muncul di pembicaraan keluarga Jawa dan jarang dijelaskan utuh, padahal susunannya rapi dan menarik.
Kakang kawah berarti "kakak air kawah", yaitu air ketuban. Disebut kakak karena dialah yang keluar lebih dulu, sebelum bayinya. Adi ari-ari berarti "adik ari-ari", karena plasenta menyusul keluar setelah bayi lahir. Jadi urutannya dibaca apa adanya dari proses persalinan: ketuban dulu, bayi, lalu ari-ari.
Dalam konsep yang lebih luas — dikenal sebagai sedulur papat kalima pancer — ada dua unsur lagi yang ikut dihitung: darah dan tali pusat. Empat unsur itu dipandang sebagai "saudara" yang menyertai kelahiran, sementara si bayi menjadi pusatnya.

Cara memandangnya menentukan nyaman atau tidaknya kamu mengikuti tradisi ini. Sebagai kiasan, ia justru indah dan mudah diterima: empat hal yang menjaga janin di rahim memang layak dihormati, dan penghormatan itu diwujudkan dengan tidak membuangnya sembarangan. Yang berbeda adalah bila dipahami secara harfiah, sebagai keberadaan yang bisa marah atau mengganggu bila salah diperlakukan — di titik itulah ia berbenturan dengan keyakinan banyak keluarga, dan itu wajar dibicarakan terbuka dengan orang tua.
Mitos yang Perlu Diluruskan
| Yang sering dipercaya | Yang sebenarnya |
|---|---|
| Bayi rewel karena rindu atau jauh dari ari-arinya | Bayi rewel karena lapar, popok basah, kepanasan, lelah, atau kolik. Ari-ari sudah tidak punya hubungan biologis apa pun dengan bayi setelah tali pusat dijepit |
| Ari-ari yang tidak dikubur membuat anak sakit-sakitan atau sulit rezeki | Tidak ada hubungannya. Bayi yang ari-arinya dimusnahkan di faskes tumbuh sama saja |
| Mengubur bersama pensil dan buku membuat anak cerdas | Yang membentuk kemampuan anak adalah gizi, stimulasi, dan interaksi sehari-hari, bukan isi lubang penguburan |
| Ari-ari besar berarti bayinya akan besar dan kuat | Ukuran ari-ari mengikuti kondisi kehamilan. Ia tidak meramalkan apa pun tentang si anak |
| Memakan ari-ari menyehatkan ibu setelah melahirkan | Tidak ada bukti manfaatnya, dan ada risiko nyata. CDC pernah melaporkan bayi terinfeksi bakteri berulang yang dihubungkan dengan kapsul plasenta yang dikonsumsi ibunya |
Soal yang terakhir perlu sedikit tambahan karena praktiknya mulai dijual sebagai jasa. Laporan yang dimaksud adalah kasus infeksi Streptococcus grup B pada bayi di Oregon, di mana bakteri pada kapsul plasenta yang diminum ibu ternyata hampir identik dengan bakteri pada darah bayinya. Pengeringan dan pengapsulan tidak menjamin bakterinya mati. Sesudah kasus itu, mengonsumsi plasenta tidak dianjurkan.
Satu hal yang justru sering terlewat: bayi yang rewel di minggu-minggu awal biasanya sedang memberi tahu sesuatu yang sangat sederhana. Menyusu lebih sering, mengganti popok, atau menggendong dengan kulit bersentuhan kulit menyelesaikan sebagian besar kasusnya.
Kalau Tidak Punya Pekarangan
Panduan mengubur ari-ari hampir selalu mengandaikan rumah dengan halaman tanah. Kenyataannya banyak keluarga muda tinggal di rumah susun, kontrakan, atau perumahan yang halamannya sudah dipaving habis. Empat jalan keluar yang biasa ditempuh:
- Tinggalkan di faskes. Paling sederhana, sah, dan tidak menyisakan urusan. Sampaikan saja bahwa ari-ari tidak dibawa pulang.
- Kubur di kampung. Sebagian keluarga membawanya ke rumah orang tua. Perjalanan pendek masih bisa, tapi ingat bahwa penundaan sebaiknya tidak lebih dari sehari.
- Minta izin pemilik tanah. Kalau kamu mengontrak, izin lisan saja tidak cukup ideal. Pilih titik yang jelas tidak akan digali, dan beritahu pemiliknya.
- Kubur di pot besar berisi tanah. Sebagian keluarga di rumah susun menempuh cara ini. Syaratnya potnya benar-benar besar dan dalam, tanahnya tebal di atas wadah, serta pot itu tidak akan dibongkar-pindah dalam waktu dekat.
Yang tidak dianjurkan: menyimpannya di lemari pendingin tanpa rencana jelas, atau menunda berhari-hari sambil menunggu keputusan keluarga besar.
Kasus Khusus: Kembar, Keguguran, dan Ari-Ari yang Tertukar
Bayi kembar. Jumlah ari-arinya tidak selalu dua. Kembar tidak identik selalu punya ari-ari masing-masing. Kembar identik bisa berbagi satu ari-ari atau punya dua, tergantung kapan sel telurnya membelah. Jadi kalau bidan menyerahkan satu ari-ari untuk dua bayi, itu bukan kekeliruan.
Keguguran. Pada keguguran usia dini, jaringan yang keluar biasanya belum berbentuk ari-ari utuh sehingga tidak selalu bisa dipisahkan seperti pada persalinan cukup bulan. Banyak keluarga tetap ingin memakamkannya, dan itu bisa dibicarakan dengan bidan atau dokter yang menangani. Tidak ada kewajiban adat maupun agama yang mengikat di sini.
Ari-ari hilang atau tertukar. Ini kekhawatiran yang cukup sering muncul di persalinan yang ramai. Secara medis maupun menurut ketiga pandangan fikih di atas, tidak ada akibat apa pun bagi bayi. Kalau terjadi, tidak ada yang perlu ditebus atau diganti.
Catatan
Artikel ini disusun sebagai informasi umum tentang ari-ari bayi, merangkum rujukan medis serta dokumentasi kebudayaan resmi, dan tidak menggantikan pemeriksaan atau nasihat langsung. Untuk kondisi persalinan — termasuk ari-ari yang tidak lahir lengkap, perdarahan, atau demam sesudah melahirkan — bidan dan dokter di faskes terdekat tetap rujukan utamamu. Untuk hukum agama, tanyakan pada ustaz atau tokoh agama yang kamu percayai, karena perbedaan pendapat di bagian ini memang ada dan sah.
Pertanyaan yang Sering Diajukan
Ari-ari bayi itu apa?
Secara medis namanya plasenta. Wujudnya cakram tebal bergaris tengah sekitar 22 cm dengan berat rata-rata 470 gram, tersambung ke perut si kecil oleh tali pusat sepanjang 55–60 cm. Selama hamil ia menggantikan kerja paru-paru, usus, dan ginjal janin sekaligus, lalu berhenti bertugas begitu bayinya lahir.
Ari-ari bayi sebaiknya dikubur di mana?
Di tanah milik sendiri, minimal 50 cm dalamnya, dan berjarak setidaknya 10 meter dari sumur atau sumber air minum. Pilih titik yang tidak akan digali untuk saluran air atau pondasi, lalu beri penanda. Kalau tidak ada tanah yang memenuhi syarat, meninggalkannya di fasilitas kesehatan adalah pilihan yang sah.
Ari-ari bayi laki-laki dikubur sebelah mana?
Dalam tradisi Jawa, ari-ari bayi laki-laki ditanam di sisi kanan pintu utama dan bayi perempuan di sisi kiri, mengikuti pembagian peran yang dipegang adat setempat. Itu ketentuan budaya, bukan agama maupun kesehatan, dan tak ada pengaruhnya pada si anak. Sebagian daerah bahkan mencatat urutan yang terbalik, jadi tetua keluargamu lebih tepat dijadikan rujukan daripada patokan umum. Keluarga yang tidak menganut kebiasaan itu boleh memakai satu titik yang sama untuk semua anaknya.
Siapa yang harus mengubur ari-ari bayi?
Dalam banyak tradisi, ayah bayi yang mengerjakannya, kadang dibantu kakek atau dukun bayi. Tidak ada aturan agama yang mengikat soal siapa pelaksananya. Yang perlu dijaga hanya kebersihannya: pakai sarung tangan, dan hindari melakukannya bila ada luka terbuka di tangan.
Apa yang terjadi kalau ari-ari bayi tidak dikubur?
Jika ari-ari bayi tidak dikubur, tidak ada dampak apa pun pada kesehatan atau masa depan si kecil. Bila ditinggal di fasilitas kesehatan, ari-ari ditangani mengikuti aturan limbah medis. Yang perlu dihindari hanyalah membuangnya sendiri ke sungai atau tempat sampah rumah tangga, karena itu persoalan sanitasi.
Berapa lama ari-ari harus dikubur setelah bayi lahir?
Sebaiknya di hari yang sama. Bila tertunda karena hujan, malam, atau menunggu keluarga, simpan dalam wadah tertutup rapat di tempat sejuk dan terpisah dari bahan makanan, maksimal satu hari. Menundanya lebih lama membuat baunya berkembang dan mengundang hewan saat dikubur.
Bolehkah mengubur ari-ari dalam wadah plastik?
Sebaiknya tidak. Plastik tidak terurai dan menahan cairan di dalam tanah. Kendi atau periuk tanah liat, tempurung kelapa, atau bungkus kain putih jauh lebih tepat. Wadah plastik dari faskes cukup dipakai untuk membawanya pulang saja, lalu dipindahkan sebelum dikubur.
Apakah harus pakai kendi dan menyalakan lampu?
Tidak wajib. Kendi berguna sebagai wadah yang bisa terurai, dan lampu dalam tradisi Jawa dinyalakan sekitar 35 hari sebagai penanda dan penerang. Keduanya bagian dari adat, bukan syarat kesehatan maupun kewajiban agama. Kamu bisa mengikutinya sebagai penghormatan pada tradisi keluarga, atau melewatkannya.
Ada doa khusus untuk mengubur ari-ari?
Tidak ada bacaan khusus yang bersumber dari hadis sahih, meski banyak versi beredar di internet. Pakai saja kalimatmu sendiri — mensyukuri kelahiran si kecil sambil memohonkan kebaikan hidupnya sudah memadai. Soal hukumnya, sebagian ulama menilai sunnah karena memuliakan manusia, sebagian lagi menilainya sekadar boleh demi kebersihan.
Baca Juga
Panduan LengkapCara Merawat Bayi Baru Lahir: Panduan Lengkap Ibu Baru
Cara merawat bayi baru lahir di minggu pertama: tabel angka normal, jadwal menyusu, perawatan tali pusat, memandikan, plus tanda bahaya yang wajib diwaspadai.
180 Nama180 Nama Bayi Laki-Laki Islami Modern dan Artinya
Kumpulan nama bayi laki-laki islami modern beserta artinya: pilihan 2 dan 3 kata, nama dari Al-Quran dan sahabat Nabi, plus adab memilih nama dalam Islam.
110 Nama110 Nama Bayi Perempuan Islami Modern dan Artinya
Kumpulan nama bayi perempuan islami modern beserta artinya: rangkaian 2 dan 3 kata, nama dari Al-Quran, plus aturan mencatatkan nama di akta kelahiran.